Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mengapa Sapi Selalu Tampak Mengunyah Meski Tidak Makan?
Potret sapi (pexels.com/SlimMars 13)

  • Sapi memamah biak untuk mencerna makanan secara optimal

  • Mengunyah ulang membantu memecah serat tanaman dan menjaga keseimbangan tingkat keasaman di dalam rumen

  • Mengunyah jadi tanda sapi dalam kondisi sehat dan dapat dipantau untuk mengetahui masalah kesehatan

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah memperhatikan sapi yang tampak terus mengunyah meski tidak sedang makan apa pun? Gerakan mulutnya terlihat konstan, seolah ia tak pernah berhenti mengisi perut. Pemandangan ini sering memancing rasa penasaran, terutama bagi yang jarang berinteraksi langsung dengan hewan ternak. Padahal, kebiasaan tersebut bukan perilaku acak atau tanda kelaparan.

Ada proses biologis penting yang sedang berlangsung di dalam tubuh sapi. Nah, untuk memahami alasannya, simak penjelasan berikut ini!

1. Sapi adalah hewan ruminansia yang memamah biak

Potret tiga ekor sapi (pexels.com/Christina & Peter)

Sapi termasuk hewan ruminansia, yaitu kelompok hewan yang mencerna makanan melalui proses memamah biak atau rumination. Saat terlihat mengunyah tanpa makan, sapi sebenarnya sedang mengunyah kembali makanan yang sudah masuk ke perutnya. Makanan ini disebut cud dan dikeluarkan lagi ke mulut untuk dikunyah ulang.

Proses ini terjadi karena sapi memiliki sistem pencernaan 4 kompartemen (rumen, retikulum, omasum, dan abomasum) yang bekerja secara bertahap. Rumput yang ditelan pertama kali belum sepenuhnya hancur saat masuk ke rumen. Jika di kunyah kembali, makanan menjadi lebih halus dan siap dicerna lebih optimal.

2. Mengunyah ulang membantu memecah serat tanaman

Potret sapi sedang makan rumput (pexels.com/Wijs (Wise))

Rumput dan dedaunan mengandung banyak selulosa yang sangat sulit diurai. Dilansir IERE, sapi tidak punya enzim sendiri untuk mencerna serat ini. Mereka bergantung pada bakteri khusus di dalam rumen yang membantu fermentasi dan degradasi serat.

Supaya bakteri ini bekerja maksimal, ukuran partikel makanan harus cukup kecil serta terlumasi dengan baik. Proses memamah biak meningkatkan luas permukaan makanan sehingga lebih banyak bakteri bisa “menyerang” serat. Selain itu, dengan mengunyah lagi, sapi mencampur makanan dengan air liur yang membantu buffering (menetralisir asam) agar lingkungan dalam rumen tetap sehat.

3. Mengunyah merangsang produksi air liur

Sapi (pexels.com/Sharath G.)

Kala sapi mengunyah cud, produksi air liurnya meningkat drastis. Air liur ini berfungsi menjaga keseimbangan tingkat keasaman di dalam rumen. Lingkungan rumen yang stabil sangat penting bagi bakteri pencerna serat.

Jika pH rumen terlalu asam, sistem pencernaan sapi bisa terganggu. Situasi ini berpotensi memicu penyakit serius seperti rumen acidosis. Dengan mengunyah cud dan menelan air liur berkali-kali, sapi dapat mencegah gangguan tersebut.

4. Sapi menghabiskan banyak waktu untuk mengunyah

Potret sapi memamah biak (pexels.com/William Lucord)

Seekor sapi dewasa mampu menghabiskan enam hingga delapan jam per hari hanya untuk memamah biak. Berdasarkan hasil penelitian Braun, Zürcher, dan Hässig (2015), total gerakan mengunyahnya bisa mencapai lebih dari 17.000 kali dalam sehari. Itulah sebabnya sapi hampir selalu terlihat mengunyah.

Kegiatan ini biasanya dilakukan saat sapi beristirahat atau berbaring. Mengunyah jadi bagian dari rutinitas alami yang tidak bisa dipisahkan dari kesehariannya. Selama kebutuhan makan terpenuhi, perilaku ini akan terus berlanjut.

5. Mengunyah jadi tanda sapi dalam kondisi sehat

Sapi (pexels.com/Samuel Walker)

Bagi peternak sapi, salah satu indikator sapi yang sehat adalah rajinnya mereka mengunyah cud. Sapi yang santai, cukup makan, dan tidak stres cenderung memamah biak secara teratur setelah makan. Sebaliknya, sapi yang jarang mengunyah bisa menandakan masalah kesehatan.

Saat sakit, stres, atau mengalami gangguan nutrisi, frekuensi mengunyah sapi akan menurun. Tak heran, beberapa peternakan modern memakai sensor khusus demi memantau aktivitas ruminasi. Dari pola mengunyah saja, kondisi sapi dapat diperkirakan.

Jadi, lain kali ketika melihat sapi “mengunyah angin”, kamu sudah tahu kan apa yang sebenarnya terjadi? Itu bukan kebiasaan aneh, melainkan bukti tubuhnya bekerja dengan baik.

Sumber Referensi :

Braun, U., Zürcher, S., & Hässig, M. (2015). Evaluation of eating and rumination behaviour in 300 cows of three different breeds using a noseband pressure sensor. BMC veterinary research, 11(1), 231.

Petrovski, K. R., Cusack, P., Malmo, J., & Cockcroft, P. (2022). The value of ‘cow signs’ in the assessment of the quality of nutrition on dairy farms. Animals, 12(11), 1352.

FAQ seputar alasan sapi selalu tampak mengunyah meskipun tidak makan

Apa yang sebenarnya dilakukan sapi saat mulutnya terus bergerak padahal tidak ada makanan?

Sapi sedang melakukan proses yang disebut memamah biak (rumination). Ini adalah perilaku alami di mana mereka mengeluarkan kembali makanan yang sudah ditelan sebagian ke dalam mulut untuk dikunyah kembali.

Bagaimana sistem pencernaan sapi berbeda dengan manusia?

Sapi memiliki perut khusus yang terbagi menjadi empat ruang: rumen, retikulum, omasum, dan abomasum. Rumen berfungsi sebagai tempat fermentasi awal yang sangat besar, di mana makanan akan dimuntahkan kembali untuk dikunyah ulang dari sana.

Apakah perilaku memamah biak merupakan tanda sapi itu sehat?

Ya. Sapi yang memamah biak dengan tenang dan teratur menandakan bahwa sistem pencernaannya berfungsi dengan baik. Jika sapi berhenti memamah biak, itu bisa menjadi indikasi bahwa mereka sedang sakit atau mengalami gangguan pencernaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team