Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Burung An arctic (commons.wikimedia/W. Bulach)
Burung An arctic (commons.wikimedia/W. Bulach)

Intinya sih...

  • Kicauan burung berasal dari organ bernama syrinx

  • Habitat memengaruhi kicauan burung, seperti di ekosistem dengan aliran air deras

  • Bentuk tubuh burung juga memengaruhi suara yang dihasilkan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Burung dikenal dengan ciri khas suaranya yang bervariasi. Terdengar memanjakan telinga, saat mereka berkicau saling menyahut satu sama lain. Bagi pecinta burung, cukup mudah membedakan kicauan burung yang merdu dan khas.

Kicauan-kicauan ini bukan sekadar suara biasa, namun bisa saja sebagai tanda bahwa ada yang tidak beres pada kesehatannya atau sebagai sinyal bahwa mereka ingin kawin. Jika kamu perhatikan, suara-suara yang mereka keluarkan sangat berbeda-beda, bukan? Nah, untuk menjawab pertanyaan seperti ini, yuk, simak jawabannya pada artikel berikut!

Mengulik asal-usul kicauan burung

Burung Beo (pexels.com/Magda)

Kicauan burung yang biasa kita dengar berasal dari organ bernama syrinx yang letaknya di bagian dada. Syrinx membentuk struktur bercabang yang mampu dilewati udara. Setiap cabangnya dapat dikontrol secara mandiri oleh burung, itulah mengapa kadangkala burung menghasilkan dua suara yang berbeda di waktu yang sama.

Tidak hanya syrinx, organ tubuh lain juga berkonstribusi untuk membantu mengeluarkan suara. Misalnya organ alat bantu pernapasan, yang bekerja dengan memanipulasi kantung udara dan paru-paru, sehingga burung mampu menghirup dan menghembuskan napas secara bersamaan.

Habitat memengaruhi kicauan burung

ilustrasi burung kicau kenari (commons.wikimedia/Juan Emilio)

Burung-burung kecil cenderung menghabiskan waktunya bertengger di dahan tinggi. Mereka mengeluarkan suara nyaring yang menggema di tengah hutan. Di balik suara-suara yang menggema itu, tersimpan pertanyaan apa yang sebenarnya memengaruhi kicauan burung?

Dilansir National Geogrhapic, habitat adalah salah satu faktor penting yang memengaruhi bagaimana kicauan burung terdengar merdu dan khas. Misalnya pada spesies burung yang hidup di ekosistem dengan aliran air deras yang menghasilkan kebisingan putih pada frekuensi rendah, burung akan mengeluarkan suara yang lebih tinggi agar tidak terkalahkan oleh derasnya air mengalir.

Burung yang mendiami kawasan garis lintang yang sama biasanya memiliki suara yang mirip. Lingkungan dengan kepadatan hutan dan suhu yang sama mampu memengaruhi bagaimana suara burung bisa merambat.

Bentuk tubuh memengaruhi suara burung

ilustrasi burung murai batu (commons.wikimedia/JJ Harrison)

Tidak hanya faktor lingkungan, anatomi tubuh juga menjadi bagian tak terpisahkan dari kicauan burung. Biasanya burung yang ukuran tubuhnya lebih kecil akan mengeluarkan suara berfrekuensi tinggi, sebaliknya burung yang tubuhnya lebih besar frekuensi suaranya cenderung rendah.

Burung yang lebih kecil juga memiliki rentang frekuensi suara yang lebih luas sebagai bagian dari mekanisme perlindungan. Burung kecil yang rentan akan memanfaatkan suara bernada tinggi untuk berkomunkasi. Sementara itu, suara yang rendah akan dikeluarkan saat hendak berkamuflase demi mengelabui predator. Suara yang kecil akan membuat predator mengira bahwa burung tersebut berukuran besar.

Alasan mengapa burung sering berkicau

ilustrasi burung kicau cucak hijau (pexels.com/Shoyab Khan)

Kicauan burung bukan sekadar nyanyian biasa, melainkan tersimpan banyak fungsi yang juga menjadi bagian dari pertahanan hidupnya. Berikut adalah fungsi kicauan pada burung:

  • Menandai wilayah kekuasaan

  • Menarik pasangan saat musim kawin

  • Peringatan adanya predator atau ancaman

  • Koordinasi kelompok burung agar tetap bersama

  • Memberitahu adanya sumber makanan

Sebagai penutup, dapat disimpulkan bahwa suara burung berasal dari organ bernama syrinx. Suara burung yang berbeda-beda disebabkan faktor lingkungan atau habitat dan bentuk tubuhnya. Burung mengeluarkan suara demi menandai daerah kekuasaan, peringatan bahaya, dan panggilan untuk memikat burung betina.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team