Dalam beberapa dekade terakhir, amfibi menjadi salah satu kelompok hewan yang paling cepat mengalami penurunan populasi di seluruh dunia. Katak, salamander, dan sesilia yang dulu mudah ditemukan di berbagai habitat kini semakin jarang terlihat, bahkan di lingkungan yang tampak masih alami. Perubahan iklim, perusakan habitat, dan polusi memang berperan besar, tetapi ada satu ancaman lain yang sering luput dari perhatian: penyakit mematikan yang menyerang kulit amfibi.
Salah satu penyakit paling berbahaya adalah chytridiomycosis, infeksi jamur yang telah menyebabkan kepunahan massal amfibi di berbagai belahan dunia. Penyakit ini tidak hanya memengaruhi individu, tetapi mampu meruntuhkan populasi dalam waktu singkat. Dampaknya pun tidak berhenti pada amfibi saja, melainkan merembet ke keseimbangan ekosistem secara keseluruhan. Mari, kita bahas lebih dalam apa itu penyakit chytridiomycosis dan dampaknya pada amfibi!
