Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mengenal Primata Marmoset, Monyet Terkecil di Dunia!
Marmoset (commons.wikimedia/Paulo)
  • Marmoset adalah monyet terkecil di dunia yang hidup di hutan hujan Amazon, tersebar di Brasil, Kolombia, Peru, Ekuador, dan Bolivia Utara dengan wilayah jelajah sangat kecil.
  • Hewan mungil ini memiliki tubuh bergaris cokelat kemerahan, ekor panjang untuk memanjat, aktif di siang hari, serta dikenal pemalu dan sulit diamati karena kemampuan kamuflasenya.
  • Marmoset hidup berkelompok 3–7 individu dengan sistem monogami; betina biasanya melahirkan anak kembar setelah masa kehamilan sekitar 140 hari dan anak mandiri pada usia enam bulan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di tengah lebatnya hutan, kamu mungkin akan kesulitan untuk menemukan hewan sekecil marmoset. Selain karena ukurannya yang sangat kecil, marmoset juga memiliki warna tubuh yang nyaris sama seperti pepohonan.

Marmoset termasuk monyet terkecil di dunia. Mereka memiliki visual yang unik dan berbeda dari monyet yang biasa kita lihat. Penasaran bagaimana karakteristik dan kehidupan marmoset di alam liar? Yuk, simak informasinya di bawah ini!

1. Persebaran dan habitat alami marmoset

Marmoset (commons.wikimedia/Mathysill)

Marmoset umumnya ditemukan di Amerika Selatan, tepatnya di hutan hujan lembah Amazon. Habitat mereka membentang dari pedalaman Amerika Selatan hingga pantai Atlantik. Mereka dapat ditemukan di hutan tepi sungai, hutan pedalaman semi gugur, atau hutan pantai Atlantik.

Marmoset kerdil hidup di wilayah Amazon di Brasil, Kolombia, Peru, Ekuador, dan Bolivia Utara. Mereka membuat rumah dan tempat tinggal di pepohonan hutan atau semak bambu di dekat atau sepanjang sungai di dataran banjir.

Marmoset cenderung mendiami hutan hujan lebat di mana terdapat banyak tempat persembunyian di antara tanaman. Setiap kelompok marmoset memiliki wilayah jelajah kecil kurang dari setengah hektar. Mereka hanya makan dari beberapa pohon.

Secara umum, marmoset terlihat lebih menyukai tutupan kanopi yang lebat saat melompat di antara pepohonan. Marmoset kerdil barat cenderung berkumpul di dekat tepi sungai dengan jumlah hingga 274 individu per 0,4 mil persegi di habitat tersebut, sementara di wilayah hutan yang lebih pedalaman diketahui terdapat 51 individu per 0,4 mil persegi.

2. Visual marmoset yang unik dan perilakunya

Marmoset (commons.wikimedia/Instituto Últimos Refúgios)

Marmoset adalah monyet terkecil dengan ciri khas tubuh ditutupi garis-garis cokelat dan kemerahan, yang membuatnya sulit ditemukan di alam liar karena warnanya hampir menyatu di antara pepohonan hutan.

Bagian kepalanya diselimuti surai bergaris-garis, yang juga menutupi sepasang telinga dan hanya menyisakan bagian mata serta moncong kecilnya yang terlihat. Mereka identik dengan garis hidung putih dan alat kelamin berwarna hitam.

Marmoset memiliki gigi tajam yang sesekali terlihat saat mereka menggigit kulit pohon dan secara keseluruhan mereka dapat terlihat cukup ganas meskipun ukurannya kecil.

Diketahui, marmoset memiliki berat badan sekitar 2-5 ons (85-140 g) dan tinggi 13,6 cm. Saking kecilnya, marmoset seringkali disebut 'monyet jari' karena mereka dapat dengan nyaman bertengger di jari seseorang. Meskipun kecil, marmoset mampu hidup selama 10-15 tahun di alam liar.

Tubuh marmoset juga dilengkapi dengan ekor yang lebih panjang dari tubuhnya. Fitur anatomi ini bekerja sama sebagai adaptasi untuk memanjat secara vertikal di batang pohon, melompat dari pohon, dan menangkap serangga dengan tangan mereka.

Marmoset lebih aktif di siang hari, sementara malam hari adalah waktu yang tepat untuk berkumpul di satu pohon dan istirahat. Ukuran tubuh mereka yang kecil dan warna kamuflase membuatnya sulit diamati di alam liar.

Marmoset termasuk hewan pemalu, mereka lebih suka bersembunyi daripada melawan ketika dihadapkan dengan ancaman dari spesies lain, tidak heran kalau perilaku mereka dikatakan kriptik atau rahasia. Salah satu cara yang dapat diandalkan untuk menemukan dan mengamati marmoset adalah dengan menemukan lubang makan mereka yang khas di kulit kayu.

Ukuran tubuh yang kecil memberi banyak keuntungan bagi marmoset. Mereka dengan lincah menyergap serangga, seperti kumbang dan kupu-kupu.

Marmoset juga lihai dalam urusan melompat, hewan kecil ini mampu melompat jauh relatif terhadap ukuran tubuh mereka. Lompatan vertikal terpanjang yang tercatat adalah 4,5 kaki dan mereka dapat melompat hampir 15 meter.

Dalam urusan sosial, marmoset adalah primata sosial yang hidup berkelompok dalam keluarga, tetapi mereka juga dapat bersifat teritorial, khususnya di sekitar pohon penghasil getah dengan lubang makan yang sudah ada.

3. Pola reproduksi marmoset

Marmoset (commons.wikimedia/Jack)

Marmoset hidup dalam keluarga yang terdiri dari 3-7 individu. Hanya pasangan utama lah yang bereprodyksi dalam keluarga tersebut. Marmoset bersifat monogami , artinya mereka tidak kawin dengan marmoset lainnya.

Marmoset betina biasanya melahirkan anak kembar non-identik atau kembar dua, tapi kadang-kadang mereka dapat melahirkan anak kembar 3 sekaligus.

Bayi marmoset yang baru lahir sangat kecil, diperkirakan hanya seukuran bola pingpong dengan berat antara 0,4-0,5 ons.

Masa kehamilan berlangsung sekitar 140 hari, dan anak-anaknya lahir dengan bulu yang lengkap dan mata yang terbuka. Anak-anak menjadi mandiri setelah sekitar 6 bulan dan biasanya ada periode waktu 5–7 bulan antara kelahiran dalam satu kelompok. Jantan mencapai kematangan seksual lebih awal daripada betina, yaitu sekitar 9 bulan. Betina mencapai kematangan seksual lebih lambat, sekitar 15 bulan.

Demikian informasi seputar makhluk kecil bernama marmoset. Meskipun ukurannya sangat kecil, marmoset adalah makhluk dengan pola adaptasi yang luar biasa. Mereka mendiami wilayah Amazon di Brasil dan hutan lebat dengan lingkungan yang keras untuk seukuran tubuh mereka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team