Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mikania micrantha, Tanaman Rambat Asal Benua Amerika yang Invasif
ilustrasi Mikania micrantha (wikimedia.org/Renjusplace)

Disadari atau tidak, di sekitar kita ada banyak tanaman yang bersifat invasif (spesies yang mengkolonisasi habitat secara masif). Salah satunya adalah Mikania micrantha, tanaman rambat yang berasal dari Benua Amerika.

Lantas, apa kerugian ekologis yang disebabkan oleh pertumbuhan Mikania micrantha yang masif? Here is the answer!

1. Berasal dari Benua Amerika

Di Indonesia, tanaman dari keluarga Asteraceae ini dikenal sebagai sembung rambat. Sementara, julukannya di kancah internasional adalah bitter vine, climbing hemp vine, atau American rope.

Mikania micrantha dikategorikan sebagai vine, yaitu tanaman yang batangnya membutuhkan penyangga, memiliki sulur, dan melilit tanaman lain. Asalnya dari zona subtropis di Amerika Utara, Tengah, dan Selatan.

2. Dianggap sebagai gulma yang sulit dikendalikan

ilustrasi Mikania micrantha (wikimedia.org/Dinesh Valke)

Mengutip Global Invasive Species Database, Mikania micrantha menjadi gulma (tumbuhan pengganggu) teh di India dan Indonesia serta gulma karet di Sri Lanka dan Malaysia. Selain itu, juga menyebabkan masalah serius pada tanaman kelapa, sukun, pisang, kakao, dan kelapa sawit.

Tanaman ini tumbuh dengan kecepatan yang mengkhawatirkan (sekitar 27 milimeter per hari) dan akan melilit penyangga vertikal apa pun, termasuk tumbuhan lain, dinding, atau pagar. Caranya merusak tanaman lain adalah dengan mencekik atau membatasi akses cahaya.

Pengendalian Mikania micrantha sulit dilakukan karena tanaman baru bisa tumbuh dari potongan kecil batang. Bahkan, satu tanaman bisa menutupi area seluas 25 meter persegi dalam beberapa bulan dan menghasilkan 20.000 hingga 40.000 biji matang per musim.

3. Cara untuk mengendalikan Mikania micrantha

Tak tinggal diam, berbagai upaya dilakukan oleh manusia untuk mengendalikan tanaman ini, antara lain:

  • Memberi herbisida (bahan kimia untuk mengendalikan gulma) 2,4-D dan 2,4,5-T serta paraquat.
  • Menggunakan cuscuta (tanaman parasit) untuk menekan penyebaran Mikania micrantha. Ini telah diterapkan di Assam (India) dan Sri Lanka.
  • Menggunakan jamur Puccinia spegazzinii dan Liothrips mikaniae, musuh alami berupa serangga.

4. Bisa dijadikan pakan ternak dan obat

ilustrasi domba (pexels.com/Jonathan Borba)

Mikania micrantha memang merugikan bagi ekosistem, tetapi manfaatnya tak kalah melimpah, seperti:

  • Digunakan sebagai pakan ternak di berbagai negara, contohnya di Malaysia dan India.
  • Sari daunnya digunakan sebagai penangkal gigitan serangga dan sengatan kalajengking oleh suku Kabi.
  • Daunnya digunakan untuk mengobati sakit perut. Selain itu, daunnya juga diolah menjadi sup di Afrika.
  • Dijadikan jus untuk mengobati gatal-gatal.
  • Ditanam di lereng untuk mencegah erosi tanah.
  • Digunakan untuk menyembuhkan luka dan menghentikan pendarahan eksternal kecil di Fiji.
  • Dipakai untuk mengobati tukak lambung di Bangladesh.

Editorial Team