Moluska tanpa cangkang. (commons.wikimedia.org/Shijan Kaakkara)
Cangkang terbentuk dari hasil metabolisme yang terhubung langsung dengan pertumbuhan tubuh. Ketika cangkang hilang, alokasi energi ikut berubah. Energi yang biasanya digunakan untuk memperkuat struktur cangkang harus dialihkan ke fungsi lain agar tubuh tetap bertahan.
Perubahan pembagian energi ini berdampak pada laju pertumbuhan. Ukuran tubuh bisa berhenti bertambah atau tumbuh lebih lambat. Dalam jangka panjang, kondisi ini memengaruhi keberlanjutan hidup moluska, terutama di lingkungan dengan persaingan tinggi.
Moluska kehilangan cangkangnya menunjukkan bahwa struktur luar pada hewan tersebut bukan sekadar pelindung, melainkan bagian yang terhubung langsung dengan fungsi tubuh lain. Perubahan pada satu elemen ini berdampak pada pergerakan, keseimbangan cairan, serta pembagian energi di dalam tubuh. Kondisi tersebut menjelaskan mengapa tidak semua moluska mampu bertahan hidup tanpa cangkang dalam habitatnya.
Referensi:
"Can Snails Live Without Their Shell?" Aquarium Breeder. Diakses pada Februari 2026
"Ditching the shell" iNat. Diakses pada Februari 2026
"Shell decomposition rates in relation to shell size and habitat conditions in contrasting types of Central European forests" Journal of Molluscan Study. Diakses pada Februari 2026