Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
organ vestigial
organ vestigial (commons.wikimedia.org/Kjoonlee)

Intinya sih...

  • Organ vestigial adalah bagian tubuh yang berhenti bekerja karena evolusi, tapi masih nampak pada makhluk hidup sebagai bukti adanya evolusi selama jutaan tahun.

  • Organ vestigial masih ada karena beberapa di antaranya masih memiliki fungsi penting bagi makhluk hidup, dan evolusi berjalan sangat pelan sehingga butuh waktu lama untuk menghilang sepenuhnya.

  • Organ vestigial seperti gigi bungsu dan usus buntu bisa menyebabkan penyakit atau masalah pada tubuh manusia, bahkan memerlukan operasi untuk penanganannya.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah melihat tangan kecil Tyrannosaurus yang mungil dan hanya memiliki dua jari? Di hewan modern, apakah kamu tahu kalau paus punya tulang pelvis yang dulunya adalah kaki? Nah, keduanya merupakan contoh dari organ vestigial pada hewan. Organ vestigial hampir atau bahkan sama sekali tidak berguna. Sebab fungsinya sudah tidak relevan dengan kehidupan hewan.

Namun, sebenarnya apa itu organ vestigial? Bagaimana organ tersebut terbentuk, mengapa masih ada walau sudah tidak berguna, dan apakah manusia memilikinya? Mari simak pembahasan berikut untuk menjawab semua pertanyaan dan rasa penasaran kamu terkait organ vestigial di hewan dan manusia.

1. Apa itu organ vestigial?

hewan (commons.wikimedia.org/Diego Delso)

Laman Geeks for Geeks menerangkan kalau organ vestigial bisa didefinisikan sebagai bagian atau sel tubuh yang berhenti bekerja karena adanya evolusi, tapi masih nampak pada makhluk hidup. Kehadiran organ vestigial menjadi bukti adanya evolusi selama jutaan tahun. Dulu, organ vestigial punya fungsi khusus dan bentuknya agak berbeda. Namun, evolusi memaksanya mengecil dan menjadi tidak berguna.

Organ vestigial tak eksklusif pada satu spesies, tapi merupakan suatu hal yang bisa ada pada semua makhluk hidup. Organ vestigial juga bisa menjadi penanda kekerabatan antarspecies. Menariknya, suatu organ yang dianggap vestigial di satu spesies bisa jadi masih berguna di spesies lain. Maka dari itu, organ vestigial sangat menarik dan menjadi fokus penelitian para ahli sejak lama.

2. Mengapa organ vertigial masih ada

hewan (commons.wikimedia.org/Jakub Fryš)

Di balik "ketidakbergunaannya", organ vestigial masih bisa ditemukan di banyak makhluk. Organ vestigial kerap dianggap tidak berguna, bahkan jika organ tersebut dibuang, kehidupan tetap bisa berjalan lancar. Namun, ada banyak kasus di mana organ vestigial masih memiliki fungsi, bahkan krusial bagi makhluk hidup.

Salah satunya adalah kantung kuning telur di dalam kandungan manusia. Dilansir Science and Culture Today, organ tersebut kerap dianggap vestigial, tapi ternyata berperan penting dalam menghilangkan racun dan mendistribusikan protein pada embrio. Beberapa organ vestigial juga masih hadir karena evolusi memang berjalan sangat pelan. Jadi, organ tersebut akan menghilang secara perlahan, bahkan butuh ribuan tahun untuk menghilang sepenuhnya.

3. Organ verstigial bisa mengakibatkan penyakit

hewan (commons.wikimedia.org/Yathin S Krishnappa)

Tak cuma tidak berguna, di beberapa kesempatan organ vestigial juga bisa membuat sakit atau menimbulkan masalah pada tubuh. Hal tersebut nampak pada manusia dan disebabkan oleh dua organ, yaitu gigi bungsu (wisdom teeth) dan usus buntu (appendix). Masalah atau penyakit yang disebabkan juga tak main-main karena penanganannya bisa berujung pada operasi.

Dilansir Whites Dental, gigi bungsu bisa memicu demam, pembengkakan gusi, hingga infeksi. Hal tersebut dapat terjadi saat ada infeksi bakteri di gigi atau ketika gigi bungsu tumbuh dengan posisi yang salah. Usus buntu juga bisa membengkak dan mengalami infeksi yang akan berefek pada kesehatan perut dan sistem pencernaan. Jika tidak segera ditangani, kamu akan merasakan efek yang cukup fatal.

4. Contoh organ verstigial

hewan (commons.wikimedia.org/Giles Laurent)

Ada banyak sekali contoh organ vestigial pada makhluk hidup. Dilansir berbagai sumber, pada manusia, beberapa organ yang sering dianggap vestigial adalah gigi bungsu, usus buntu, tulang ekor, otot telinga, dan sinus. Sayap di beberapa burung seperti burung unta, kasuari, dan emu juga dianggap organ vestigial. Sebab sayap tersebut tak memiliki fungsi atau fungsinya sangat terbatas.

Di antara hewan purba, tangan mungil milik Tyrannosaurus rex adalah organ vestigial. Tangan tersebut tidak bisa digunakan untuk mencengkeram dengan kuat karena semua kekuatannya sudah dialihkan ke rahang. Hewan laut seperti paus juga masih punya tulang pelvis yang dulunya adalah kaki belakang. Sementara itu, organ reproduksi bunga dandelion dianggap vestigial karena sudah tak berguna.

Pemahaman mengenai apa itu organ vestigial cukup penting karena membantumu memahami evolusi dan bagaimana pengaruhnya terhadap makhluk hidup. Uniknya, suatu organ yang pernah dianggap vestigial bisa dicabut title vestigialnya jika ada penelitian terbaru. Hal tersebut membuktikan bahwa sains terus berkembang dan para ahli selalu menemukan hal baru.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team