ilustrasi Planet K2-18a yang sangat mirip dengan Bumi (commons.wikimedia.org/ESA/Hubble, M Kornmesser)
Kembali ke bidang antariksa, kali ini ada penemuan mengejutkan dari salah satu pertanyaan paling populer pada bidang tersebut: soal keberadaan kehidupan di luar Bumi. Selama ini, kita selalu bertanya-tanya apakah hanya Bumi yang jadi planet berpenghuni di luar alam semesta yang sangat luas ini? Nah, tirai yang menutup jawaban atas pertanyaan itu perlahan mulai tersingkap pada 2025 berkat kegigihan tim peneliti yang terus mencari dan berharap.
Dilansir Smithsonian Magazine, James Webb Space Telescope meluncurkan data soal planet luar Tata Surya bernama K2-18b yang berada sekitar 124 tahun cahaya dari Bumi. Berdasarkan Astrophysical Journal Letters, K2-18b jadi kandidat planet yang sangat sempurna untuk menampung kehidupan. Sebenarnya, kita belum benar-benar menemukan kehidupan berupa organisme di sana. Akan tetapi, ada beberapa faktor yang membuat potensi keberadaan kehidupan di K2-18b sangat terbuka.
Soalnya, atmosfer K2-18b terdeteksi memiliki dimetil sulfida (DMS) dan dimetil disulfida (DMDS), dua gas berbasis sulfur yang juga ditemukan di Bumi. Kerennya, gas-gas itu juga diproduksi oleh makhluk hidup seperti alga sehingga jadi pertanda kalau ada potensi kehidupan di sana. Lebih-lebih lagi, K2-18b adalah planet yang kaya akan hidrogen dan memiliki air di permukaannya. Dengan demikian, tim peneliti menduga kalau mungkin saja ada kehidupan sederhana berupa mikroorganisme ataupun alga di Planet K2-18b.
Hanya saja, DMS dan DMDS sebenarnya bukan gas yang identik dengan makhluk hidup. Itu karena keduanya tetap bisa diproduksi di suatu planet tanpa bantuan organisme. Oleh karena itu, masih perlu pengamatan lebih lanjut lagi untuk membuktikan keberadaan organisme di dalam K2-18b.
Beberapa temuan di atas hanya sedikit dari banyaknya terobosan, inovasi, sampai penemuan terbaru dari sains sepanjang 2025. Namun, dari perwakilan itu saja, rasanya kita sudah mendapat gambaran soal sudah semaju apa sains yang dihimpun umat manusia selama ribuan hingga jutaan tahun lamanya. Rasanya jadi makin penasaran dengan penemuan sains yang ada pada 2026, kan?