8 Penemuan Spesies Flora Baru 2025, Ada dari Indonesia!
- Sepanjang 2025, banyak spesies flora baru berhasil diidentifikasi dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
- Beberapa tanaman sempat disangka spesies lama sebelum akhirnya dipastikan berbeda lewat riset lanjutan dan uji DNA.
- Penemuan ini menunjukkan keanekaragaman hayati masih menyimpan banyak kejutan yang belum sepenuhnya terungkap.
Setiap tahunnya, tim peneliti di seluruh dunia selalu menemukan ratusan sampai ribuan spesies makhluk hidup baru dalam berbagai ekosistem yang ada. Penemuan itu biasanya terdiri atas spesies yang benar-benar baru terdeteksi keberadaan. Namun, itu bisa juga berasal dari pemisahan satu spesies yang sempat dikira sama, tetapi ternyata ada perbedaan secara genetik maupun penampilan.
Nah, salah satu kelompok makhluk hidup yang banyak ditemukan sepanjang 2025 ini adalah flora atau tanaman dalam berbagai bentuk, baik yang ada di daratan maupun bawah air. Artikel ini bakal sangat panjang kalau benar-benar menjabarkan seluruh spesies flora baru yang berhasil diidentifikasi peneliti. Untuk itu, yuk, kita coba ulik delapan flora baru sebagai perwakilannya. Pastinya, tanaman-tanaman yang ada dalam daftar ini punya ciri khas tersendiri, baik dari lokasi penemuan sampai keadaan fisik. Sudah penasaran, kan? Tanpa basa-basi lagi, langsung gulir layarmu ke bawah, ya!
1. Selenicereus haberi

Selenicereus haberi adalah tanaman kaktus yang berhasil diidentifikasi di Kosta Rika, Amerika Tengah, pada Juli 2025 silam. Tanaman ini ditemukan oleh Barry Hammel, seorang ahli botani dari Missouri Botanical Garden. Dilansir Discover + Share, Hammel sebenarnya sempat menerima spesimen pertama dari ahli botani lain bernama William Haber dan mengira kaktus tersebut sebagai spesies lain bernama Selenicereus wercklei. Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata kaktus pemberian Haber itu adalah spesies baru. Akhirnya, nama Haber dipakai untuk nama ilmiah kaktus ini.
2. Heteropolygonatum farreri

Tanaman sejenis akar parsi atau asparagus ini sebenarnya sudah dikumpulkan di Myanmar pada 1919. Namun, sama seperti sebelumnya, tanaman ini sempat dikira sebagai spesies lain. Kemudian, pada September 2025, Heteropolygonatum farreri berhasil diidentifikasi sebagai spesies baru setelah uji DNA oleh Aaron Floden dari Missouri Botanical Garden berdasarkan spesimen yang ditemukan di China dan Myanmar, dikutip Discover + Share. Uniknya, genus tanaman asparagus ini, Heteropolygonatum, sebenarnya juga tergolong baru ditemukan, tepatnya sekitar 1997.
3. Mimusops sahakensis
Kali ini, ada kerabat tanaman sawo (famili Sapodilla) yang diberi nama Mimusops sahakensis. Mereka ditemukan di Madagaskar, Afrika, dan pertama kali diidentifikasi pada Juli 2025. Discover + Share melansir kalau Richard Randrianaivo dan Laurent Gautier jadi dua orang yang pertama kali mendeskripsikan Mimusops sahakensis. Tanaman yang satu ini menghasilkan bunga yang khas dan hanya mekar antara Desember—Mei. Sayangnya, produksi arang di Madagaskar disebut-sebut mengancam keberadaan kerabat sawo ini.
4. Begonia bukitrayaensis

Kali ini, ada tanaman yang ditemukan di Indonesia yang diberi nama Begonia bukitrayaensis. Mereka ditemukan di dekat Gunung Bukit Raya, Kalimantan Tengah, yang merupakan salah satu puncak tertinggi di Indonesia. Kementerian Kehutanan menyebut kalau tanaman ini punya karakteristik daun berduri seperti cakar kucing yang khas ketimbang kerabat yang lain.
Sebenarnya, spesimen Begonia bukitrayaensis sudah ditemukan pada Juni 2024. Akan tetapi, pengumuman identifikasi secara resmi baru dilakukan pada 6 Juni 2025 lewat jurnal internasional terbitan Kementerian Kehutanan, Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), dan kelompok peneliti muda Indonesia.
5. Begonia kalimantana

Ternyata, Begonia bukitrayaensis bukan satu-satunya tanaman baru yang diidentifikasi melalui jurnal Phytotaxa yang dirilis tim Kementerian Kehutanan. Ada satu lagi tanaman dari genus Begonia yang diberi nama Begonia kalimantana. Mereka punya karakteristik berupa daun dengan pola unik dan cantik yang sangat kontras dengan lingkungan hutan tropis di Kalimantan. Oh, ya, lokasi penemuan Begonia kalimantana berbeda dengan Begonia bukitrayaensis. Tanaman yang satu ini berada di lembah sekitar dataran rendah TNBBBR dan hutan di Desa Tumbang Habangoi, Kalimantan Tengah.
6. Bulbophyllum bukitrayaense
Masih dari tanah Kalimantan dan sekitar TNBBBR, kali ini ada tanaman sejenis anggrek bernama Bulbophyllum bukitrayaense. Tanaman anggrek dari genus Bulbophyllum ini ditemukan pada Juli 2024, tetapi baru diidentifikasi secara resmi lewat jurnal internasional pada Mei 2025 silam. Lokasi penemuan mereka ada di sekitar Gunung Bukit Raya, tepatnya di ketinggian 1.320 mdpl. Pada spesimen yang ditemukan, bunga anggrek yang mekar berwarna jingga dengan bagian tengah yang terlihat kemerahan.
7. Ovicula biradiata

Ovicula biradiata adalah tanaman sejenis aster (genus Asteraceae) yang ditemukan di Big Bend National Park, Texas, Amerika Serikat. Dilansir National Park Services, sebenarnya spesimen pertama sudah berhasil dipotret pada Maret 2024, tapi identifikasi baru benar-benar dikonfirmasi pada Februari 2025 lewat jurnal PhytoKeys. Ciri khas mereka ialah bagian putih seperti wol domba di sekeliling daun dan dua kelopak yang mencolok pada masing-masing bunga. Berkat penampilan itu, mereka dapat nama yang cukup seram: wooly devil.
8. Sciodaphyllum austroviolaceum

Terakhir, ada tanaman yang masih berkerabat dengan ivy dan ginseng bernama Sciodaphyllum austroviolaceum. Dilansir Discover + Share, mereka berhasil diidentifikasi oleh Pete Lowry, Gregory M Plunkett, M Marcela Mora, dan David A Neill dari Missouri Botanical Garden. Keunikan dari Sciodaphyllum austroviolaceum ialah daun mereka yang berwarna agak keunguan atau ungu kecokelatan dan bunga-bunga kecil yang terlihat seperti rambut afro berwarna cokelat kemerahan.
Penemuan tanaman-tanaman di atas jadi bukti kalau alam selalu punya kejutan yang siap ditemukan oleh manusia. Bahkan, pada era yang serba terbuka seperti sekarang, kita masih belum mampu untuk mengidentifikasi seluruh makhluk hidup, termasuk flora, yang ada di alam. Karena itu, rasanya pasti sangat menyenangkan sekaligus mendebarkan untuk melihat flora apa saja yang bisa kita identifikasi pada tahun-tahun yang akan datang, bukan?


















