permukaan gletser Kawah Hiawatha di Greenland (commons.wikimedia.org/Julien Seguinot)
Seperti yang dilansir Science, Bumi mengalami penurunan suhu mendadak sekitar 13.000 tahun yang lalu, yang disebut Younger Dryas. Meskipun zaman es terakhir sudah berakhir, pada periode tersebut justru terjadi zaman es di bagian utara Bumi. Para peneliti telah mengidentifikasi penyebab perubahan suhu ini.
Nah, di antara beberapa hipotesis, ada makalah berjudul "Evidence for an Extraterrestrial Impact 12,900 Years Ago that Contributed to the Megafaunal Extinctions and the Younger Dryas Cooling," yang ditulis oleh R. B. Firestone, dkk., di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (2007), yang mengemukakan dampak kepunahan di Amerika Utara. Dampak ini memusnahkan megafauna Amerika Utara dan membuat suhu turun hingga 8 derajat Celcius. Tim peneliti tersebut justru dikritik, tetapi penemuan beberapa tahun yang lalu menunjukkan kemungkinan adanya dampak akibat jatuhnya komet atau meteor. Teori ini berarti benar, meskipun efeknya dilebih-lebihkan.
Menurut penelitian berjudul "A Large Impact Crater Beneath Hiawatha Glacier in Northwest Greenland," yang ditulis Kurt H. Kjær, dkk., dalam jurnal Science Advances (2018), para peneliti menemukan kawah berdiameter 31 kilometer di bawah Gletser Hiawatha di Greenland. Dampak tersebut diperkirakan terjadi pada Zaman Pleistosen, yang berlangsung dari 2.588.000 tahun yang lalu hingga sekitar 11.700 tahun yang lalu. Rentang waktu ini cukup luas.
Sebuah studi berbeda berjudul "Large Pt anomaly in the Greenland ice core points to a cataclysm at the onset of Younger Dryas," yang ditulis Michail I. Petaev, dkk., yang diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (2013), yang menganalisis sampel inti es lainnya di Greenland dari sebelum penelitian Younger Dryas menunjukkan bahwa Kawah Hiawatha mungkin terkait dengan peristiwa pendinginan tersebut. Kawah tersebut mengandung sejumlah besar platinum, seperti halnya inti es dari tempat lain di Greenland.
Studi tersebut menyimpulkan bahwa kadar platinum yang anomali itu mungkin berasal dari luar angkasa. Nah, mungkin saja itu merupakan meteorit atau objek lain yang menabrak Gletser Hiawatha, seperti yang sudah kita bahas sebelumnya. Jadi, meskipun pertanyaan ini butuh penelitian lebih lanjut, pertanyaan tentang asal-usul Younger Dryas selangkah lebih dekat untuk dipecahkan.