Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi anjing galak
ilustrasi anjing galak (pexels.com/SplitShire)

Intinya sih...

  • Rasa takut dan trauma dapat membuat anjing agresif dan suka menggigit sebagai bentuk pertahanan diri.

  • Kurangnya sosialisasi sejak dini dapat membuat anjing sulit memahami batas perilaku yang dapat diterimanya.

  • Perubahan perilaku agresif pada anjing bisa diakibatkan oleh masalah kesehatan atau rasa sakit yang dialaminya.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Perilaku agresif pada anjing memang bisa membuat pemilik merasa khawatir, terutama ketika hewan peliharaan yang sudah mulai menunjukkan tanda-tanda suka menggigit tanpa alasan yang jelas. Agresivitas pada anjing pada umumnya tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan dipicu oleh berbagai faktor yang berkaitan dengan kondisi psikologis, fisik, hingga lingkungannya.

Memahami faktor penyebab anjing berperilaku agresif merupakan langkah penting untuk mencegah risiko terjadinya insiden yang tidak diinginkan. Simaklah beberapa faktor penyebab utama anjing agresif dan suka menggigit, sehingga pemilik bisa mengambil pendekatan yang tepat untuk menghadapinya.

1. Rasa takut dan trauma

ilustrasi anjing galak (pexels.com/Carvalho Renato)

Salah satu penyebab utama anjing menjadi agresif bisa diakibatkan karena rasa takut yang berlebihan terhadap situasi atau orang tertentu. Pada saat anjing merasa terancam dan tidak memiliki jalan untuk menghindar, maka menggigit bisa menjadi bentuk pertahanan dirinya yang dianggap paling efektif.

Trauma akibat pengalaman buruk di masa lalu, seperti kekerasan atau perlakuan kasar bisa memicu respons agresif pada anjing. Anjing yang pernah mengalami kejadian traumatis biasanya akan lebih sensitif terhadap rangsangan tertentu dan bereaksi secara defensif, meski ancaman tersebut sebetulnya tidak nyata.

2. Kurangnya sosialisasi sejak dini

ilustrasi anjing labrador (unsplash.com/Louis)

Anjing yang tidak mendapatkan sosialisasi yang cukup pada masa pertumbuhan sangat beresiko menunjukkan perilaku agresif. Tanpa paparan terhadap berbagai lingkungan, manusia, hingga hewan lain, maka anjing bisa saja merasa mudah asing dan tertekan ketika menghadapi situasi yang dinilainya baru.

Kurangnya interaksi sosial bisa membuat anjing sulit untuk memahami batas perilaku yang dapat diterimanya. Akibat dari hal ini akan membuat mereka bereaksi berlebih pada saat menghadapi hal yang tidak benar-benar dikenalnya, sehingga menunjukkan bentuk penolakan.

3. Masalah kesehatan atau rasa sakit

ilustrasi dokter hewan (pexels.com/Mikhail Nilov)

Perubahan perilaku agresif bisa diakibatkan oleh kondisi kesehatan yang mengganggu kenyamanan anjing. Rasa sakit akibat cedera, infeksi, atau gangguan pada sendi bisa saja membuat anjing mudah tersinggung pada saat disentuh, sehingga hal ini dapat mempengaruhi sikapnya.

Anjing yang biasanya jinak bisa tiba-tiba menggigit karena berusaha memproteksi bagian tubuh yang terasa nyeri. Oleh sebab itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin tentu merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa memang tidak ada masalah medis yang mungkin bisa menjadi pemicu agresivitasnya.

4. Naluri teritorial dan protektif

ilustrasi anjing galak (pexels.com/Christopher Welsch Leveroni)

Anjing memiliki naluri alami untuk melindungi wilayah dan anggota keluarganya. Pada saat merasa wilayahnya terganggu atau pemiliknya terancam, maka anjing bisa menunjukkan perilaku agresif sebagai bentuk perlindungan dirinya.

Naluri protektif ini sebetulnya merupakan hal normal namun bisa menjadi berlebihan jika tidak diarahkan dengan pelatihan yang tepat. Tanpa kontrol dan pembiasan yang baik, maka anjing mungkin akan sulit dalam membedakan antara ancaman nyata dan situasi yang sebetulnya benar-benar aman.

Pelaku agresif dan kebiasaan menggigit pada anjing tidak terjadi tanpa sebab. Hal ini karena ada berbagai faktor yang saling berkaitan antara psikologis, fisik, hingga kondisi lingkungannya. Dengan memahami faktor penyebabnya, maka pemilik bisa membantu anjing untuk merasa lebih tenang dan seimbang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team