Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi paw kucing (pexels.com/Kevin Bidwell)
ilustrasi paw kucing (pexels.com/Kevin Bidwell)

Intinya sih...

  • Insting alami untuk menajamkan kukuMencakar membantu kucing merawat kukunya sendiri dan menjaga kekuatan kuku.

  • Menandai wilayah kekuasaanKucing meninggalkan jejak visual dan aroma saat mencakar untuk komunikasi dengan kucing lain.

  • Pelampiasan stres atau bosanKurangnya stimulasi dan lingkungan monoton membuat kucing mencari pelampiasan dengan mencakar barang-barang di sekitarnya.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kucing dikenal sebagai hewan peliharaan yang identik dengan sikap aktif dalam beraktivitas. Salah satu aktivitas yang kerap dilakukan kucing adalah mencakar barang-barang di rumah, sehingga menimbulkan keluhan tersendiri karena membuat barang tidak awet.

Perilaku mencakar yang dilakukan kucing bukan semata-mata karena nakal, melainkan memang bagian dari insting alami yang dimilikinya pada saat beraktivitas. Dengan memahami faktor penyebabnya, maka pemilik bisa mengelola perilaku agresif tersebut dengan cara yang lebih cermat.

1. Insting alami untuk menajamkan kuku

ilustrasi kucing (unsplash.com/Andrea Natali)

Mencakar memang merupakan bagian alami dari cara kucing untuk menajamkan atau merawat kukunya sendiri. Aktivitas ini cukup efektif untuk bisa membantu kucing dalam melepaskan lapisan kuku lama yang sudah dalam kondisi mati.

Mencakar dapat membuat kuku kucing tetap dalam kondisi kuat dan sehat, sehingga inilah yang mendukung aktivitasnya. Tanpa media yang sesuai, maka kucing akan berusaha mencari barang di rumah sebagai pelampiasannya.

2. Menandai wilayah kekuasaan

ilustrasi kucing (pexels.com/Chevon Rossouw)

Kucing ternyata memiliki adanya kelenjar bau yang terletak di telapak kaki yang kerap digunakan untuk menandai wilayahnya. Pada saat mencakar barang, ternyata kucing akan secara otomatis meninggalkan adanya jejak visual dan aroma pada barang tersebut.

Perilaku ini ternyata memiliki tujuan sebagai bentuk komunikasi dengan kucing lain yang ada di sekitarnya. Barang-barang rumah juga kerap dijadikan sebagai sasaran cakaran karena memang kerap dilalui pada saat beraktivitas di dalam rumah.

3. Pelampiasan stres atau bosan

ilustrasi kucing (unsplash.com/Humberto Arellano)

Kucing yang merasa stres atau bosan biasanya akan cenderung melampiaskan emosi tersebut dengan cara mencakar barang-barang di sekitarnya. Kurangnya stimulasi yang ada sangat rentan memicu perilaku destruktif yang mungkin terjadi.

Kondisi lingkungan yang monoton juga sangat rentan membuat kucing mencari aktivitas sendiri. Mencakar kerap dijadikan sebagai cara cepat untuk menyalurkan energinya secara berlebih, sehingga pemilik harus menyadari hal rersebut.

4. Kurangnya sarana mencakar

ilustrasi kucing (pexels.com/Aleksandr Nadyojin)

Ketiadaan papan garukan atau bahkan tiang rentan membuat kucing menggunakan barang-barang di rumah sebagai penggantinya. Kucing memerlukan media khusus untuk bisa memenuhi kebutuhannya dengan baik.

Tanpa sarana yang memadai, justru perilaku mencakar akan sulit dihentikan dan hal ini justru akan semakin memperparah kebiasaannya. Menyediakan alat yang sesuai setidaknya bisa mengalihkan kucing dari kebiasaan tersebut.

Kebiasaan kucing mencakar barang-barang memang memiliki faktor penyebabnya tersendiri. Dengan memahami alasan di balik perilaku tersebut, maka bisa membantu pemilik untuk bersikap dengan lebih bijak. Kucing pun akan tetap merasa nyaman tanpa merusak barang di rumah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team