semut tentara, Eciton burchellii (Alex Wild, CC0, via Wikimedia Commons)
Salah satu pertarungan paling epik di hutan tropis terjadi antara semut tentara (army ants) dan semut pemotong daun. Semut tentara adalah predator nomaden yang tidak membangun sarang permanen dan selalu berburu dalam kelompok besar. Mereka sering menyerbu koloni semut lain, termasuk sarang semut pemotong daun yang sangat besar.
Menghadapi serbuan ini, semut pemotong daun tidak tinggal diam dan mengerahkan prajurit khusus. Prajurit semut pemotong daun memiliki ukuran tubuh berkali-kali lipat lebih besar dari pekerja biasa. Ribuan prajurit raksasa ini akan berbaris di garis depan untuk mencabik-cabik semut tentara yang menyerang.
Pertempuran antara kedua spesies ini bisa berlangsung selama berhari-hari dengan korban jiwa yang sangat besar. Meskipun semut pemotong daun memiliki pertahanan kuat, semut tentara sering kali menang karena jumlah mereka yang tak terbendung. Jika pertahanan jebol, semut tentara akan menjarah larva semut pemotong daun tanpa ampun.
Fenomena perang di dunia semut ini membuktikan bahwa strategi militer yang kompleks dan brutal tidak hanya dimiliki oleh manusia semata. Keberanian mereka untuk berkorban nyawa demi koloni menunjukkan sisi loyalitas ekstrem yang sulit ditandingi oleh makhluk lain. Jadi, jangan remehkan serangga kecil ini karena di balik ukurannya yang mungil tersimpan kekuatan tempur yang sangat mematikan.