Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
joshua-j-cotten--ymILPuh2Uw-unsplash.jpg
ilustrasi singa Afrika (unsplash.com/Joshua J. Cotten)

Intinya sih...

  • Habitat: Singa Afrika di sabana dan padang rumput sub-Sahara, sementara singa Asia di Taman Nasional Hutan Gir, India.

  • Ukuran: Singa Afrika lebih besar dengan berat 150–227 kg, sedangkan singa Asia antara 159–204 kg.

  • Surai: Singa Afrika memiliki surai lebat menutupi kepala dan bahu, sedangkan singa Asia memiliki surai jarang dan pendek.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Singa ialah simbol kekuatan dan kekuasaan global. Dengan surai yang khas, auman yang menggelegar, dan tubuh yang kekar membuat mereka mendapatkan gelar "raja hutan," meskipun sebenarnya mereka hidup di sabana. Banyak orang mengira singa hanya dapat ditemukan di Afrika. Padahal, ada juga singa yang hidup di benua Asia, khususnya India.

Di dunia ini ada dua subspesies utama yang paling dikenal, yaitu singa Afrika (Panthera leo leo) dan singa Asia atau singa India (Panthera leo persica). Meski sekilas terlihat mirip, keduanya punya perbedaan menarik dari segi fisik, habitat, hingga perilaku. Perbedaan-perbedaan inilah yang membuat singa Afrika dan Asia menjadi topik seru untuk dibahas lebih dalam.

1. Habitat

Singa Afrika berasal dari sabana dan padang rumput Afrika sub-Sahara. Singa Utara mendiami Afrika Barat dan Tengah, sementara singa Selatan mendiami Afrika Timur dan Selatan. Mereka berkembang biak di habitat terbuka dengan akses ke air, banyak rumput, dan semak-semak untuk bersembunyi.

Di sisi lain, singa Asia memiliki habitat yang sangat terbatas, terutama di Taman Nasional Hutan Gir dan daerah sekitarnya di negara bagian Gujarat, India. Daerah ini merupakan campuran hutan gugur kering dan padang rumput savana, yang menyediakan habitat ideal bagi kucing besar ini. Dalam beberapa tahun terakhir, jangkauan mereka telah meluas di luar Hutan Gir, dengan beberapa singa sekarang ditemukan di bagian lain Gujarat, termasuk wilayah pesisir dan Pulau Diu.

2. Ukuran

Dari segi ukuran, singa Afrika lebih besar daripada singa Asia. Singa Afrika jantan memiliki berat sekitar 150–227 kg, sedangkan betinanya rata-rata berbobot sekitar 156 kg. Rekor singa Afrika terbesar yang pernah tercatat mencapai sekitar 363 kg dengan panjang tubuh kurang lebih 3,35 meter dari hidung sampai ujung ekor.

Sementara itu, singa Asia jantan memiliki berat antara 159–204 kg, dan betinanya berada di kisaran 109–163 kg. Tinggi bahu singa Asia jantan berkisar antara 107–120 cm, sedangkan betina sekitar 80–107 cm. Singa Asia terbesar yang pernah tercatat memiliki panjang tubuh sekitar 2,96 meter dari hidung hingga ekor.

3. Surai

ilustrasi singa Asia (pixabay.com/Angela)

Singa Asia jantan memiliki surai yang jarang dan sangat pendek dengan telinga yang terlihat. Ciri khas surai lainnya adalah warnanya. Surainya pendek berwarna gelap dan kurang berkembang.

Singa Afrika jantan memiliki surai yang lebih menonjol dan lebat yang menutupi seluruh kepala dan jatuh ke belakang bahu. Surai tersebut menandakan seberapa sehat seekor jantan kepada betina. Tampilan surai ini digunakan untuk menarik perhatian dan mengintimidasi saingan lainnya.

4. Bentuk perut

Singa Afrika tidak memiliki lipatan kulit jaringan lemak di perutnya, yang disebut sebagai kantung primordial. Banyak kucing rumahan memiliki kantung primordial. Namun, singa Afrika memiliki perut yang halus, yang berkontribusi pada penampilan mereka yang perkasa.

Singa Asia memang memiliki lipatan kulit memanjang yang mencolok di bawah perut mereka yang membentang sepanjang tubuh. Lipatan kulit ini diyakini memberikan lapisan perlindungan tambahan di bawah perut untuk subspesies ini.

5. Jumbai ekor dan siku

Singa Afrika memiliki sedikit jumbai rambut di siku dan ekor mereka. Ini memberi mereka penampilan yang lebih ramping dan lebih menekankan pada surai mereka.

Singa Asia memiliki jumbai rambut yang lebih menonjol dan mencolok di ekor dan siku mereka. Jumbai rambut ini dapat memanjang beberapa sentimeter dari persendian. Jumbai ekor singa Asia sangat mencolok, menutupi area yang luas dan menambah siluet singa. Fungsi pasti dari jumbai ini masih belum diketahui.

6. Mangsa

ilustrasi singa Afrika (unsplash.com/David Clode)

Singa Afrika dikenal karena kemampuan berburu mereka yang mengesankan dan kecenderungan mereka untuk mengejar mangsa yang lebih besar. Di habitat aslinya di Afrika sub-Sahara, singa berburu dan memakan bangkai wildebeest, zebra, dan kerbau. Mangsa singa Afrika memiliki berat antara 272 hingga 907 kg, dengan kerbau sebagai salah satu makanan favorit mereka. Menangkap hewan-hewan ini membutuhkan perburuan yang sangat terkoordinasi, yang biasanya dipimpin oleh betina.

Singa Asia memiliki gaya berburu khusus karena lokasinya. Karena mereka hanya dapat ditemukan di satu taman nasional, mereka memiliki pilihan mangsa yang lebih sedikit. Mangsa yang paling umum bagi singa Asia adalah rusa chital, yang beratnya hanya sekitar 50 kg. Singa Asia juga diketahui memakan babi hutan dan antelop.

7. Perilaku sosial

Singa jantan Asia adalah hewan yang kurang sosial. Biasanya, mereka hanya bergaul dengan kelompoknya untuk kawin atau makan. Singa Asia juga hidup dalam kelompok yang lebih kecil, seringkali hanya 2–5 betina dengan 1–2 jantan.

Di sisi lain, singa Afrika membentuk kelompok yang lebih besar dengan hingga 15 betina atau lebih, seringkali dipimpin oleh koalisi jantan. “Koalisi” mengacu pada kelompok yang terdiri dari dua atau lebih singa jantan, biasanya saudara atau jantan yang berkerabat, yang bersatu untuk meningkatkan peluang bertahan hidup, mempertahankan wilayah mereka, dan mencari pasangan.

Pada akhirnya, baik singa Afrika maupun singa Asia sama-sama memegang peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem tempat mereka hidup. Meski berasal dari spesies yang sama, perbedaan ukuran, habitat, hingga perilaku membuat keduanya memiliki keunikan tersendiri. Dengan memahami perbedaan antara singa Afrika dan Asia, kita jadi bisa lebih menghargai keanekaragaman satwa liar di dunia. Semoga penjelasan ini menambah wawasan sekaligus menumbuhkan kepedulian kita untuk ikut menjaga kelestarian sang raja hutan.

Referensi

A-Z Animals. Diakses pada Januari 2026. Understanding the Differences Between African vs. Asiatic Lions
BigCatsWildCats. Diakses pada Januari 2026. Guide to Asiatic Lion vs. African Lion
World Atlas. Diakses pada Januari 2026. What Are The Differences Between Asiatic Lions And African Lions?

Editorial Team