Ilustrasi Potret Anne Boleyn (https://www.hevercastle.co.uk)
Anne Boleyn lahir sekitar 1501 di Blickling Hall, Inggris, dan tumbuh besar di lingkungan istana Prancis serta Inggris. Kehidupan pribadinya sangat terkait hubungan rumit dengan Raja Henry VIII. Hubungan mereka menyebabkan krisis politik besar ketika Henry ingin membatalkan pernikahannya dengan Catherine of Aragon. Anne menikah dengan Henry VIII pada 1533 dan menjadi Ratu Inggris.
Secara politik, Anne berpengaruh dalam lahirnya Reformasi Inggris. Karena pernikahan mereka tidak disetujui Paus, Henry VIII memutuskan hubungan dengan Gereja Katolik dan membentuk Gereja Inggris. Pada 1534, Act of Supremacy disahkan, menegaskan raja sebagai kepala gereja, perubahan besar dalam sistem keagamaan dan politik Inggris. Anne juga dikenal mendukung tokoh-tokoh reformis dan gerakan pembaruan teks-teks keagamaan.
Lokasi peristiwa politik Anne meliputi London, istana-istana kerajaan seperti Whitehall dan Greenwich, serta Westminster yang menjadi pusat hukum. Hidupnya berakhir tragis ketika ia dituduh berkhianat dan dieksekusi pada 19 Mei 1536 di Menara London. Meski singkat, masa pemerintahannya mengubah wajah Inggris secara permanen. Anne menjadi salah satu ratu paling berpengaruh dalam sejarah Eropa.
Setiap tokoh perempuan dunia ini menunjukkan bahwa perempuan memiliki posisi penting dalam arus besar sejarah, meskipun mereka hidup pada masa yang sangat membatasi peran perempuan. Mereka mengambil keputusan yang memengaruhi kerajaan, agama, dan bahkan perjalanan dunia.
Dari medan perang hingga istana, tokoh perempuan era Renaisans yang membentuk sejarah politik Eropa turut berkontribusi bagi masa depan yang kita kenal saat ini. Menurut kamu, siapa tokoh perempuan yang paling menarik dan ingin dipelajari lebih dalam?