Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi kucing steril
ilustrasi kucing steril (unsplash.com/Olga Kononenko)

Intinya sih...

  • Memastikan kesehatan kucing sebelum sterilisasi

  • Mengatur pola makan sebelum dan sesudah tindakan

  • Menyiapkan lingkungan yang aman dan nyaman

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sterilisasi kucing merupakan langkah penting untuk memastikan kesehatan dari hewan peliharaan, sekaligus mengendalikan populasi kucing secara bertanggung jawab. Prosedur ini sebetulnya telah terbukti dapat membantu meminimalisir risiko penyakit reproduksi dan perilaku agresif yang kerap muncul karena faktor hormon.

Sebelum menjalani tindakan sterilisasi, tentu pemilik harus melakukan persiapan yang matang agar prosesnya aman dan pemulihannya berlangsung dengan optimal. Simaklah beberapa persiapan berikut ini sebelum kucing disterilkan dan cara merawatnya dengan tepat.

1. Memastikan kondisi kesehatan kucing

ilustrasi kucing (pexels.com/Inge Wallumrød)

Sebelum sterilisasi dilakukan, sebaiknya kucing harus berada dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit menular atau gangguan fisik tertentu. Pemeriksaan awal oleh dokter hewan merupakan bagian penting untuk memastikan berat badan, usia, hingga kondisi organ kucing telah memenuhi syarat untuk melakukan tindakan medis.

Setelah sterilisasi dilakukan, maka pemilik harus terus memantau kondisi kucing secara rutin, terutama suhu tubuh, nafsu makan, hingga tingkat aktivitasnya. Jika kucing mulai terlihat lemas secara berlebihan atau menunjukkan tanda-tanda nyeri yang tidak wajar, maka segera konsultasikan ke dokter hewan yang terpercaya.

2. Mengatur pola makan sebelum dan sesudah tindakan

ilustrasi makanan kucing (unsplash.com/Abeer Zaki)

Kucing pada umumnya harus dipuasakan selama beberapa jam sebelum sterilisasi untuk menghindari risiko muntah pada saat anastesi dilakukan. Dokter hewan pada umumnya akan memberikan panduan waktu puasa yang harus dipatuhi untuk memastikan keselamatan kucing.

Pasca sterilisasi, maka kucing sebaiknya dapat diberikan makanan dengan tekstur lembut dan porsi yang kecil terlebih dahulu. Pola makan harus dikontrol karena kucing steril akan mudah mengalami penurunan aktivitas yang bisa memicu kenaikan berat badan.

3. Menyiapkan lingkungan yang aman dan nyaman

ilustrasi kucing steril (unsplash.com/Judy Beth Morris)

Sebelum hari sterilisasi, maka pemilik disarankan untuk mempersiapkan area khusus di rumah yang memang tenang dan bersih untuk kucing beristirahat. Lingkungan yang minim gangguan dapat membantu mengurangi stres sebelum tindakan dilakukan.

Setelah tindakan, maka kucing memerlukan tempat yang hangat, kering, dan tidak licin agar luka operasinya tidak sampai terganggu. Hindari membiarkan kucing melompat atau bahkan bermain secara berlebihan selama masa pemulihan sedang berlangsung.

4. Perawatan luka dan pembatasan aktivitas

ilustrasi kucing steril (unsplash.com/Judy Beth Morris)

Pemilik harus memahami cara merawat luka operasi sebelum kucing disterilkan, terutama apabila menggunakan obat atau alat pelindung seperti kerah elisabet. Edukasi di dokter hewan tentu merupakan bagian penting agar perawatan bisa dilakukan dengan benar di rumah.

Selama masa pemulihan berlangsung, maka aktivitas kucing harus benar-benar dibatasi agar luka tersebut tidak sampai terbuka kembali. Pemeriksaan luka secara berkala tentu harus dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada tanda infeksi seperti kemerahan, pembengkakan, atau cairan berlebih.

Persiapan sebelum sterilisasi dan perawatan setelah jatuh merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan demi kesehatan kucing. Dengan memperhatikan proses perawatan yang tepat, maka proses sterilisasi bisa memberikan manfaat jangka panjang bagi kucing dan pemiliknya. Persiapkan proses sterilisasi dengan benar agar proses perawatannya berjalan dengan lancar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team