ilustrasi petir saat hujan (pexels.com/Andre Furtado)
Kejadian hujan ini dipicu oleh beberapa fenomena atmosfer yang aktif secara bersamaan sehingga mempengaruhi sebagian wilayah Indonesia.
Beberapa fenomena atmosfer yang berpotensi mempengaruhi cuaca selama sepekan ke depan, di antaranya monsoon Australia yang diperkirakan sedikit melemah seiring meningkatnya aktivitas Medan Julian Oscillation (MJO) di wilayah Samudera Hindia.
Aktifnya MJO ini secara spasial diperkirakan melintasi sebagian wilayah Sumatera, Jawa, Sulawesi bagian selatan hingga Papua. Kemudian, aktivitas gelombang tropis diperkirakan meningkatkan potensi hujan di sejumlah wilayah Indonesia, seperti gelombang Kelvin yang aktif di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
Gelombang Rossby Equatorial diperkirakan mempengaruhi Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara, serta terpantau adanya sirkulasi siklonik di sekitar Selat Karimata dan Selat Makassar bagian selatan di mana turut memicu pertemuan angin dan pertumbuhan awan hujan.
Kombinasi dari beberapa fenomena atmosfer tersebut tentunya memiliki potensi dalam meningkatkan suplai uap air dan mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah yang dilaluinya.