BMKG Catat 203.658 Sambaran Petir Periode 4-10 Mei, Terkuat di Riau

- BMKG mencatat 203.685 sambaran petir selama 4–10 Mei 2026, dengan arus terkuat mencapai 217.378 kA di Siak Kecil, Bengkalis, Riau.
- Kecamatan Sobang, Pandeglang, Banten tercatat sebagai wilayah paling aktif dengan 1.954 sambaran per minggu dan kerapatan maksimum 102 sambaran/km².
- BMKG menjelaskan pentingnya memahami kuat arus dan kerapatan petir serta membagikan tips keselamatan seperti menjauhi pohon, air terbuka, dan benda tinggi saat terjadi petir.
Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat ada 203.685 sambaran petir pada periode 4-10 Mei 2026. Informasi itu disampaikan BMKG melalui akun Instagramnya @infoBMKG.
BMKG mencatat, arus petir terkuat berada di Kecamatan Siak Kecil, Bengkalis Riau dengan kekuatan 217.378 kiloampere (kA). BMKG menamakannya dengan sebutan kuat arus petir maksimum.
Kemudian untuk daerah teraktif sambarannya ada di Kecamatan Sobang, Pandeglang, Banten, ada 1.954 sambaran per minggu. Kerapatan petir maksimum ada di Kecamatan Sobang, Pandeglang, Banten dengan 102 sambaran/km persegi.
1. Apa itu kuat arus petir maksimum seperti yang terjadi di Riau?

BMKG menjelaskan, kuat arus petir maksimum adalah besarnya arus listrik tertinggi yang mengalir pada saat terjadi sambaran petir dari awan ke tanah dalam satu kejadian sambaran. Arus ini menunjukkan puncak intensitas muatan listrik yang dilepaskan petir ke bumi, biasanya diukur dalam satuan kiloampere.
Nilai kuat arus petir dianggap penting untuk menentukan kapasitas dan ketahanan sistem proteksi petir, agar bangunan atau instalasi listrik mampu menahan beban arus petir tertinggi yang bisa terjadi kapan saja.
2. Apa itu kerapatan sambaran petir?

BMKG menerangkan, kerapatan sambaran petir merupakan jumlah sambaran petir di suatu wilayah tertentu dalam satu tahun. BMKG menyebut, hal tersebut dinyatakan dalam satuan sambaran per kilometer persegi dalam setahun, sehingga dapat diketahui daerah tersebut memiliki berapa kerapatan sambaran.
BMKG mengatakan, nilainya bisa berbeda, tergantung kondisi geografis dan iklim. BMKG mengakui, selalu memantau kejadian petir secara realtime. Masyarakat juga bisa mengakses melalui laman www.bmkg.go.id/geofisika-potensial/petir-realtime.
3. Tips menyelamatkan diri dari petir

BMKG juga memberikan tips menyelamatkan diri dari sambaran petir. Pertama, jangan berlindung di bawah pohon.
Kedua, jauhi kolam renang, sungai atau laut karena air merupakan penghantar arus yang kuat. Ketiga, jangan berada di tempat terbuka saat ada petir. Keempat, matikan ponsel atau alat komunikasi lain saat berada di luar ruangan.
Kelima, jauhi tiang, menara atau sesuatu yang tinggi di sekitar kita. Keenam, saat berteduh, atur jarak dengan orang lain.

















