Kutu chigoe (Tunga penetrans) atau sering disebut kutu pasir adalah parasit kecil berukuran sekitar 1 mm yang banyak ditemukan di daerah tropis seperti Amerika Latin, Afrika, dan Karibia. Kutu betina yang sedang mengandung bisa masuk dan menggali ke dalam kulit manusia, terutama di area kaki atau sela jari kaki. Bagian belakang tubuhnya tetap terbuka agar bisa bernapas dan mengeluarkan telur. Setelah berada di dalam kulit, tubuh kutu akan membesar hingga sebesar kacang polong dan dapat menghasilkan sekitar 100 telur dalam waktu dua minggu sebelum akhirnya mati. Telur-telur tersebut jatuh ke tanah, lalu menetas menjadi larva dalam 3–4 hari dan berkembang menjadi kutu dewasa dalam 3–6 minggu.
Infeksi akibat kutu ini disebut tungiasis. Kondisi ini bisa menyebabkan gatal parah, nyeri, pembengkakan, bahkan infeksi serius seperti gangren jika tidak segera ditangani. Biasanya kutu diangkat menggunakan penjepit steril setelah bagian tubuhnya diberi minyak agar mudah keluar. Dokter juga dapat memberikan antibiotik untuk mencegah infeksi. Cara terbaik untuk mencegah tungiasis adalah memakai sepatu tertutup saat berada di area berpasir, terutama di tempat yang banyak terdapat hewan seperti babi.
Meski terdengar mengerikan, sebagian besar kasus serangga yang hidup di tubuh manusia sebenarnya dapat dicegah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Dengan mengenali tanda-tandanya sejak dini, kita bisa mengambil langkah penanganan yang tepat sebelum menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius.
Referensi
Britannica. Diakses pada Mei 2026. Bot Fly
The Insect Guide. Diakses pada Mei 2026. Chigoe Flea (Tunga penetrans)
Times of India. Diakses pada Mei 2026. 9 Insects That Reside On Human Body For Their Survival
WebMD. Diakses pada Mei 2026. Creatures That Live on Your Body
WebMD. Diakses pada Mei 2026. What Are Bedbugs?