Beberapa di antaranya adalah froghopper, lumba-lumba, katak pohon, belalang, dan klipspringer. Lompatan mereka sangat jauh, bahkan berkali-kali lipat dari panjang tubuhnya. Penasaran bagaimana cara mereka melompat dan seberapa jauh lompatannya? Simak penjelasannya di bawah ini, yuk.
5 Hewan dengan Lompatan Tertinggi, Salah Satunya Serangga

- Lima hewan dengan lompatan tertinggi adalah froghopper, lumba-lumba, katak goliath, belalang, dan klipspringer yang masing-masing punya kemampuan melompat jauh melebihi ukuran tubuhnya.
- Froghopper memegang rekor serangga dengan lompatan tertinggi mencapai 70 cm, sementara lumba-lumba hidung botol mampu melompat hingga 7,92 meter di udara.
- Lompatan menjadi kemampuan vital bagi hewan-hewan ini untuk berpindah tempat, mencari makan, serta menghindari predator di habitat alaminya.
Tak hanya berenang, berlari, memanjat, atau terbang, ternyata hewan juga bisa melompat, lho. Lompatan merupakan gerakan yang penting bagi hewan, khususnya untuk berpindah tempat, mencari makanan, atau melarikan diri dari predator. Selain itu, ada juga beberapa hewan dengan lompatan tertinggi.
1. Froghopper (70 centimeter)

Froghopper mencatatkan namanya di Guinness World Records sebagai serangga dengan lompatan tertinggi. Tercatat, hewan sepanjang 1 centimeter ini bisa melompat hingga jarak 70 centimeter atau sekitar 140 kali dari panjang tubuhnya. Saat melompat froghopper juga bisa menahan tekanan selitar 414 kali lebih besar dari bobotnya. Akseselerasinya juga cepat, yaitu 4000 meter per detik.
Penyebutan froghopper sendiri merujuk pada serangga yang berasal dari famili Cercopidae. Tiap spesies memiliki corak dan warna yang beragam, mulai dari cokelat, hijau, hingga memiliki tutul merah di tubuhnya. Adapun, larva froghopper menjadi musuh para petani karena bisa membunuh tanaman. Kemampuan lompatnya sendiri digunakan untuk kabur dari predator dan berpindah tempat.
2. Lumba-lumba (7 meter)

Rekor lompatan tertinggi lumba-lumba adalah 7.92 meter yang dicapai pada 2001 oleh Tursiops truncatus (lumba-lumba hidung botol). Kemampuan melompat lumba-lumba didukung oleh beberapa aspek, seperti bentuk tubuh aerodinamis, otot kuat, dan kecerdasannya yang tinggi sehingga memungkinkan hewan ini untuk mencari momentum terbaik saat melompat.
Dilansir Irish Independent, ada beberapa alasan mengapa lumba-lumba melompat dari air, seperti menghilangkan parasit di kulit, menghemat energi, agar bisa berkelana dengan lebih cepat, atau melompat untuk melihat kondisi sekitar. Saat melompat lumba-lumba akan melakukannya sendirian atau berkelompok. Tiap spesies juga memiliki kebiasaan lompatan yang berbeda.
3. Katak (3 meter)

Dilansir hepper, secara umum katak bisa melompat hingga jarak 1.4 meter. Namun, ada satu spesies yang lompatannya mencapai 3 meter, yaitu katak goliath (Conraua goliath). Jika diukur katak bisa melompat sekitar 10 hingga 50 kali dari panjang tubuhnya. Salah satu faktor penentu lompatan katak adalah kakinya. Katak dengan kaki belakang yang panjang biasanya punya lompatan yang lebih tinggi. Ada juga spesies katak yang tak terlalu suka melompat. Sebaliknya, mereka lebih suka berjalan, merayap, berenang, atau memanjat.
4. Belalang (30 centimeter)

Dari sekitar 11,000 spesies belalang di dunia, hampir semuanya bisa melompat dengan sangat tinggi berkat kaki belakangnya yang kuat. Kaki tersebut berfungsi seperti per yang digunakan untuk mengangkat badan belalang dan mendorongnya untuk melompat. Ukuran belalang juga beragam, mulai dari 1 hingga 11 centimeter. Saat melompat, terkadang belalang juga akan melanjutkannya dengan terbang.
Laman Universität Konstanz menjelaskan kalau belalang mampu melompat hingga setinggi 30 centimeter atau lebih dari 10 kali panjang tubuhnya. Tekanan yang diterima tubuh belalang saat melompat juga sangat tinggi, yaitu sekitar 20 g. Jika terkena tekanan sebesar itu, tubuh manusia kemungkinan akan hancur.
5. Klipspringer (3 meter)

Laman animal fact menerangkan kalau banyak orang yang menganggap klipspringer (Oreotragus oreotragus) bisa melompat hingga setinggi 7 meter. Namun, hal tersebut tak benar karena nyatanya hewan sepanjang 60 centimeter ini hanya bisa melompat setinggi 3 meter. Tak hanya lompatan yang tinggi, klipspringer juga bisa melompati daerah berbatu yang ekstrem.
Klipspringer sendiri merupakan spesies antelope berukuran kecil yang hidup di daratan Afrika. Ia merupakan pemakan tanaman yang sangat suka memakan rerumputan, bunga-bungaan, dan buah-buahan. Lompatan menjadi aspek penting pada kehidupan klipspringer, khususnya untuk berpindah tempat, berkelana, atau kabur dari predator seperti macan tutul, jackal, dan elang.
Kelima hewan dengan lompatan tertinggi tersebut memiliki kemampuan melompat yang jauh melebihi manusia. Lompatan juga merupakan hal krusial bagi kehidupan mereka karena berkontribusi dalam kegiatan melindungi diri hingga mencari makanan. Jika kehilangan kemampuan melompat, maka mereka tak bisa bertahan dan akhirnya mati.

















