ilustrasi (instagram.com/isro.in)
Usai Chandrayaan-1 dan Mangalyaan meraih kesuksesan, hasrat India masih terus menyala untuk mewujudkan ambisi lainnya, yakni mendaratkan wahana antariksa di permukaan bulan. Chandrayaan-2 akhirnya dibangun untuk mewujudkan hal itu.
Chandrayaan-2 setidaknya dibangun dengan tiga bagian utama. Pertama adalah wahana pengorbit dan yang kedua adalah wahana pendarat bernama Vikram dan ketiga adalah wahana penjelajah yang bernama Pragyan.
Misi pendaratan di Bulan tersebut dimulai pada 22 Juli 2019, ketika roket meluncur dari pusat peluncuran di Andhra Pradesh. Pada ada 20 Agustus 2019, wahana Chandrayaan-2 berhasil bermanuver di posisi orbit untuk melepaskan pendarat Vikram.
Tapi Vikram kemudian kehilangan kontak ketika mendarat. Menurut Reuters, pada bulan September 2019, ISRO mengonfirmasi hal itu. Vikram seharusnya mendarat di Kutub selatan Bulan, tempat ketika Chandrayaan-1 menemukan citra molekul air. Vikram akan bertugas untuk mengonfirmasi hal itu.
Pada akhirnya, ada kesedihan akan kegagalan tersebut. Tapi India masih tak menyerah. Dikutip dari Space, ISRO kembali membangun Chandrayaan-3. Misi ini akan dilaksanakan pada pertengahan tahun 2022.
Lokasi pendaratan Chandrayaan-3 adalah wilayah sama seperti yang diinginkan pada misi sebelumnya. Jika misi ini nanti berjalan lancar dan berhasil, India akan mengukirkan namanya menjadi negara keempat yang berhasil mendarat di bulan setelah AS, Soviet dan China.
Selama beberapa dekade, India yang lebih terkenal dengan produksi film Bollywoodnya, memiliki sisi menakjubkan dalam pengembangan teknologi eksplorasi antariksa. ISRO saat ini diakui sebagai salah satu dari sedikit lembaga antariksa yang canggih di dunia.