Tipe banjir ini hampir sama dengan banjir di daerah urban, tetapi biasanya lebih dimaksudkan untuk banjir di kawasan rural alias pedesaan. Faktor penyebabnya adalah ketidakmampuan tanah untuk menyerap air hujan sehingga menyebabkan genangan air.
Banjir pluvial berpotensi membuat properti dan kegiatan agrikultur di lokasi setempat pun terhambat. Mau tak mau, tentunya, harus ada pembenahan sistem drainase untuk menanganinya.
Siapa pun tak ada yang berharap akan mendapati banjir karena berbagai risiko yang menyertainya. Namun yang perlu diingat, tanggung jawab untuk melakukan pencegahan ini tidak sepenuhnya menjadi milik pemerintah. Sebagai individu, kamu pun dapat mulai berkontribusi untuk tidak menutup saluran air, memperbanyak ruang-ruang hijau di lingkungan sekitar, dan lain-lain.
Apa ciri khas dari Banjir Bandang dan bagaimana cara mencegahnya? | Ciri Khas: Air bergerak sangat cepat dan menyapu bersih objek yang dilewatinya.Penyebab: Curah hujan tinggi terus-menerus, mencairnya salju secara cepat, atau jebolnya tanggul, ditambah ketidakmampuan tanah menyerap air di area kecil tertentu.Pencegahan: Membuat sistem drainase yang baik dan menghindari pengembangan berlebihan di dataran banjir. |
Apa perbedaan antara Banjir Perkotaan dan Banjir Pluvial? | Banjir Perkotaan: Terjadi di kawasan kota akibat sistem drainase yang gagal menyerap air hujan curah tinggi. Dampaknya mengganggu aktivitas dan berpotensi merusak struktural.Banjir Pluvial: Biasanya terjadi di kawasan pedesaan (rural) dengan penyebab utama yang sama, yaitu ketidakmampuan tanah menyerap air, yang berdampak pada properti dan kegiatan agrikultur. |
Siapa saja yang bertanggung jawab dalam pencegahan banjir? | Pencegahan tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah. Setiap individu juga harus berkontribusi, misalnya dengan tidak menutup saluran air dan memperbanyak ruang-ruang hijau di lingkungan sekitar. |