Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ular derik
ular derik (commons.wikimedia.org/Holger Krisp)

Intinya sih...

  • Ular karang memiliki bisa neurotoksin yang kuat dan mudah ditemukan di hutan, semak-semak, kebun, area berkayu, dan area lembap.

  • Copperhead, cantil, dan cottonmouth merupakan ular berbisa tinggi dengan kandungan bisa hemotoksin yang melimpah di Amerika Utara.

  • Ular pelari patagonia, bushmaster, dan lancehead juga merupakan ular berbisa berbahaya di Amerika Selatan dengan kandungan bisa yang mematikan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ular derik atau rattlesnake menjadi salah satu ular berbisa paling berbahaya di Amerika. Dari ribuan gigitan ular berbisa di tiap tahun, pasti ada satu orang yang tewas akibat ular derik. Gigitan ular derik menjadi berbahaya karena kandungan bisanya yang kuat dan keganasannya. Sekali menggigit ular derik mampu melumpuhkan manusia dewasa.

Namun, ular derik bukan satu-satunya momok di Amerika. Justru ada beberapa ular berbisa yang jauh lebih mengerikan darinya. Beberapa di antaranya adalah ular karang, bushmaster, dan lancehead. Mereka bisa ditemukan di banyak tempat, entah itu semak-semak, gurun, hutan, bahkan area pemukiman. Mari kita ulik lima ular berbisa di Amerika selain ular derik agar wawasanmu makin luas.

1. Ular karang

ular karang (commons.wikimedia.org/YasuhikoK)

Ular karang atau coral snake merupakan ular berbisa berukuran kecil yang berasal dari famili Elapidae. Tercatat panjang ular ini hanya sekitar 30 centimeter hingga 1 meter. Sebenarnya ular karang tidak agresif dan jarang menggigit. Namun, laman NC Wildlife menjelaskan kalau gigitan ular ini bisa menyebabkan gangguan pernafasan hingga kematian. Sebab ia memiliki bisa neurotoksin yang sangat kuat.

Ular karang mudah dikenali dari badannya yang ramping, memanjang, dan warna mencolok. Biasanya tubuh ular ini diselimuti warna hitam, kuning, jingga, merah, hingga biru. Ia merupakan ular terestrial dan secara umum sangat mudah ditemukan di hutan, semak-semak, kebun, area berkayu, dan area lembap. Selain di Amerika, ular karang juga bisa ditemukan di Asia, bahkan di Indonesia.

2. Copperhead, cantil, dan cottonmouth

cottonmouth (commons.wikimedia.org/Peter Paplanus)

Penyebutan copperhead, cottonmouth, dan cantil merujuk pada ular viper dari genus Agkistrodon. Tiga nama tersebut merujuk pada beberapa spesies yang berbeda dari genus Agkistrodon. Tak seperti viper lain, genus Agkistrodon merupakan ular semi akuatik. Jadi ia pandai berenang dan sering terlihat di sekitar perairan. Lebih lanjut, penyebaran genus ini terpusat di Amerika Utara.

Dilansir Outdoor Alabama, mereka merupakan ular berbisa tinggi dengan kandungan bisa hemotoksin. Bisanya mampu menyerang dan merusak sistem peredahan darah. Korban akan mengalami pendarahan, kesulitan bernafas, pembengkakan, hingga kematian. Untungnya anti bisa untuk menangani gigitan ular ini sudah tersedia. Tak cuma itu, populasi ketiga ular tersebut juga sangat melimpah.

3. Ular pelari patagonia

ular pelari patagonia (commons.wikimedia.org/Gustavoheilmann)

Dilansir The Reptile Database, Philodryas patagoniensis atau ular pelari patagonia bisa ditemukan di wilayah Amerika Selatan. Secara spesifik, negara Brazil, Bolivia, Paraguay, hingga Argentina jadi habitat utamanya. Seperti namanya, ia merupakan ular pelari yang memiliki kecepatan tinggi. Kecepatan tersebut digunakan untuk kabur dari predator, menangkap mangsa, dan bergerak dengan lebih efisiein.

Ia merupakan ular terestrial dengan panjang sekitar 1,5 meter. Badannya ramping, tubuhnya berwarna cokelat, dan ia sering memakan ular lain. Bisa ular pelari patagonia juga tak bisa diremehkan. Pasalnya kandungan bisanya cukup banyak, mulai dari sitotoksin hingga metalloproteinase. Efek gigitannya beragam, seperti hemorrhagic, nekrosis, hingga demam.

4. Bushmaster

bushmaster (commons.wikimedia.org/....Christopher Borges....)

Secara umum, penyebutan bushmaster merujuk pada ular viper yang berasal dari genus Lachesis. Tercatat, bushmaster merupakan ular viper terbesar dengan panjang maksimal 4 meter dan bobot yang mencapai 7 kilogram. Ular ini merupakan hewan terestrial yang hidup di semak-semak, hutan, dan area berkayu. Soal penyebaran bushmaster dapat ditemukan di Panama, Kolombia, Ekuador, hingga Brazil.

Dilansir Los Angeles Zoo and Bootanical Gardens, bushmaster merupakan salah satu ular paling berbahaya di daerahnya. Pasalnya presentase kematian akibat gigitan ular ini sangat tinggi. Hal tersebut bisa terjadi karena saat menggigit bushmaster mampu menyuntikan bisa dengan kapasitas yang besar. Terakhir, kandungan metalloprotease dan mitotosksin di bisanya juga sangat kuat.

5. Lancehead

lancehead (commons.wikimedia.org/Jean-nature)

Dilansir iNaturalist, ular yang berasal dari genus Bothrops ini termasuk ular viper berukuran kecil. Tercatat panjang rata-rata lancehead ada di angka 50 centimeter hingga 2 meter. Tentunya tiap spesies juga memiliki kebiasaan dan ciri fisik yang berbeda. Contohnya, spesies yang hidup di pepohonan biasanya punya warna hijau. Sebaliknya, spesies terestrial yang hidup di tanah cenderung berwarna cokelat.

Penyebaran lancehead cukup luas, yaitu mencakup wilayah Meksiko di Amerika Tengah hingga ke Vezuela di Amerika Selatan. Sebenarnya lancehead tidak agresif, tapi ia pandai berkamfulase, serangannya sangat cepat, dan kandungan bisanya mematikan. Tercatat gigitannya bisa menyebabkan muntah-muntah, sakit kepala, hingga kematian. Terakhir, presentase kematian akibat gigitan ular ini sekitar 7 persen.

Masyarakat Amerika harus lebih berhati-hati dalam melangkah atau masuk ke alam liar. Sebab, ular derik bukan satu-satunya momok bagi mereka. Kewaspadaan harus ditingkatkan, jangan remehkan gigitan ular, dan kenali spesies yang berbahaya di sekitar. Ular berbisa di Amerika selain ular derik juga hadir dalam berbagai bentu. Ada yang besar, kecil, bahkan punya kecepatan tinggi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team