Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Deretan Ular Tidak Berbisa yang Sering Dikira Berbisa

t-i-m-e-l-o-r-d-v-BtysLYOMo-unsplash.jpg
ilustrasi scarlet kingsnake (unsplash.com/T I M E L O R D)
Intinya sih...
  • Scarlet kingsnake meniru coral snake dengan garis warna dan warna kepala yang berbeda.
  • Eastern milksnake sering disalahartikan sebagai ular copperhead karena pola tubuh dan warnanya yang mirip.
  • Viperine snake meniru penampilan ular viper untuk mengusir predator, termasuk burung pemangsa.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ada lebih dari 3.000 spesies ular di dunia. Namun, dari 3.000 spesies di seluruh dunia, hanya sekitar 600 yang berbisa, dan hanya sekitar 200 yang dapat membahayakan manusia secara signifikan. Penting untuk dapat mengidentifikasi ular berbisa dari ular yang tidak berbisa. Sayangnya, itu bisa jadi sulit mengingat banyaknya jenis ular yang ada. Hal lain yang dapat mempersulit identifikasi ular adalah kenyataan bahwa ada begitu banyak ular yang mirip di luar sana.

Banyak ular yang tidak berbisa dikira sebagai ular berbisa  karena memiliki panjang, bentuk tubuh, tanda, dan warna yang serupa. Meskipun ini membingungkan, tapi sebenarnya ini sangat membantu para spesies ular tidak berbisa. Ini adalah taktik evolusi yang dimiliki ular yang tidak berbahaya untuk melindungi diri mereka dari predator. Langsung saja, kita lihat apa saja ular tidak berbisa yang mirip dengan ular berbisa.

1. Scarlet kingsnake yang meniru coral snake

Coral snake adalah ular berbisa yang hidup di wilayah Tenggara. Tubuh mereka ditutupi garis-garis merah, kuning, dan hitam yang khas untuk mengusir predator potensial. Untuk melindungi diri, scarlet kingsnake meniru penampilan coral snake yang memiliki warna merah, hitam, dan kuning yang sama dengan garis-garis putih. 

Urutan garis warna dan warna kepala mereka adalah cara termudah untuk membedakannya. Coral snake memiliki kepala hitam, sedangkan scarlet kingsnake cenderung memiliki warna merah di ujung kepala. 

2. Eastern milksnake yang meniru ular copperhead

Eastern milksnake kerap disalahartikan sebagai ular copperhead karena kesamaan pola tubuh mereka yang menyerupai pelana. Mereka juga memiliki warna yang serupa, mulai dari abu-abu, krem, abu-coklat, dan coklat zaitun. Kadang-kadang, eastern milksnake juga muncul dalam warna merah. Salah satu ciri khas eastern milksnake adalah bercak berbentuk "V", "U", atau "Y" yang ditemukan di bagian belakang kepala mereka. Sementara ular copperhead dikenal karena gigitannya yang berbisa, eastern milksnake sebenarnya jinak dan lebih mungkin hidup di dekat manusia daripada ular copperhead.

3. Eastern hognose yang meniru ular kobra

eastern hognose snake (commons.wikimedia.org/Peter Paplanus)
ilustrasi eastern hognose snake (commons.wikimedia.org/Peter Paplanus)

Kobra adalah spesies ular berbisa yang dikenal karena metode serangannya yang unik: mengembangkan tudung di sekitar kepala mereka dan mendesis. Uniknya, ular eastern hognose melakukan hal yang sama, tapi mereka sebenarnya tidak berbisa. Selain meniru ular kobra untuk menakut-nakuti predator, ular eastern hognose juga memiliki metode pertahanan lain yang lebih lucu, yaitu berpura-pura mati.

Ular eastern hognose biasanya memiliki tubuh berwarna kuning, abu-abu, cokelat, hijau, atau hitam, seringkali bercorak bintik-bintik persegi panjang besar di tengah punggung. Mereka hampir tidak pernah menggigit manusia, dan dapat ditemukan di habitat yang banyak terdapat katak dan amfibi lainnya. Ini karena katak dan amfibi kecil adalah sumber makanan utama ular eastern hognose.

4. Bullsnake yang meniru rattlesnake

Bullsnake adalah ular tidak berbisa yang memiliki banyak kesamaan dengan rattlesnake. Keduanya memiliki ukuran yang hampir sama, memiliki warna dan corak yang serupa, dan bahkan dapat hidup berdampingan. Salah satu ciri pembeda adalah bentuk kepala mereka: rattlesnake memiliki kepala segitiga yang lebih lebar dari tubuhnya, sedangkan bullsnake memiliki kepala yang sempit.

Bullsnake memiliki kebiasaan akan meratakan kepalanya saat terancam untuk meniru rattlesnake. Salah satu ciri yang membedakan keduanya adalah rattlesnake memiliki ekor runcing yang  bisa berderik. Bullsnake tidak memiliki ekor unik ini, tapi mereka akan menggoyangkan ekornya ketika terancam. Selain itu, bullsnake akan mengeluarkan suara berderik yang berasal dari mulutnya, bukan ekornya.

5. Anak black ratsnake yang meniru ular copperhead

Black ratsnake tidak terlalu mirip dengan ular coperhead karena biasanya memiliki warna hitam yang seragam. Namun, anak black ratsnake memiliki kemiripan yang cukup tinggi dengan ular copperhead. Mereka biasanya berwarna abu-abu hingga cokelat, dengan bercak cokelat yang terlihat persis seperti tanda pada ular copperhead. Anak black ratsnake tidak berbisa dan sangat berisiko menjadi mangsa predator sehingga mereka meniru ular copperhead yang lebih berbahaya untuk melindungi diri.

6. Viperine snake yang meniru ular viper

Viperine_water_snake_(Natrix_maura).jpg
ilustrasi Viperine snake (wikipedia.org/Charles J. Sharp)

Viperine snake (Natrix maura) adalah ular tidak berbisa yang meniru penampilan ular viper sebagai cara bertahan hidup dari predator. Saat merasa terancam, ular ini akan meratakan dan melebarkan bagian kepalanya sehingga terlihat berbentuk segitiga—ciri khas kepala ular viper yang berbisa. Bentuk kepala ini penting karena banyak predator, terutama burung pemangsa, menggunakan bentuk kepala sebagai petunjuk cepat untuk mengenali ular berbahaya.

Selain mengubah bentuk kepala, viperine snake juga sering menggulung tubuh dan menampilkan pola zigzag di punggungnya, yang mirip dengan pola peringatan pada ular viper. Kombinasi postur tubuh, pola warna, dan kepala segitiga ini cukup meyakinkan untuk menipu predator, membuat mereka ragu atau menghindari serangan sama sekali. Strategi ini disebut mimikri defensif, di mana hewan yang tidak berbahaya meniru ciri spesies berbahaya demi meningkatkan peluang bertahan hidup.

7. Indian wolf snake yang meniru ular krait

Indian wolf snake (Lycodon aulicus) adalah ular kecil tidak berbisa dari keluarga colubridae yang tersebar luas di Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk wilayah perkotaan maupun pedesaan. Mereka memiliki panjang tubuh sekitar 30–60 cm, dengan warna tubuh cokelat atau hitam yang dihiasi belang putih atau krem mencolok, biasanya lebih tebal di bagian kepala dan semakin memudar ke arah ekor.

Ular ini menggunakan mimikri Batesian dengan meniru penampilan dan perilaku ular krait yang sangat berbisa, seperti pola belang serupa serta kebiasaan menyembunyikan kepala di bawah tubuh saat terancam. Strategi ini efektif mengusir predator, tetapi sayangnya sering membuat manusia salah mengira mereka sebagai ular berbisa dan membunuhnya. Indian wolf snake aktif berburu pada malam hari, memangsa cicak, katak, dan kadal kecil dengan cara melilit. Kendati terlihat agresif saat terpojok—bahkan bisa berpura-pura mati atau menggigit dengan kuat—ular ini tidak berbahaya karena tidak memiliki bisa.

Pada akhirnya, kemiripan antara ular tidak berbisa dan ular berbisa adalah hasil strategi bertahan hidup yang cerdas, bukan ancaman nyata bagi manusia. Memahami perbedaan dan mengenali perilaku alami mereka dapat membantu kita bersikap lebih bijak, mengurangi kepanikan, serta mencegah pembunuhan ular yang sebenarnya tidak berbahaya. Dengan pengetahuan yang tepat, manusia dan ular bisa hidup berdampingan tanpa saling merugikan.

Referensi

Arrow Exterminators. Diakses pada Januari 2026. Non-Venomous Snakes Commonly Confused For Venomous Species
Behavioral Ecology. Diakses pada Januari 2026. Milk snake - Lampropeltis triangulum
National Geographic. Diakses pada Januari 2026. Harmless Snakes Avoid Danger by Mimicking The Triangular Heads of Vipers
Wildlife SOS. Diakses pada Januari 2026. Survival 101: Mimicry in Snakes

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More

Deretan Ular Tidak Berbisa yang Sering Dikira Berbisa

15 Jan 2026, 07:10 WIBScience