Kucing (pexels.com/Thu Dung Ngyen)
Perubahan warna bulu bisa sepenuhnya normal pada kucing, tetapi juga bisa menjadi tanda bahaya dari masalah yang lebih serius. Itulah mengapa penting untuk mempelajari faktor apa saja yang memengaruhi warna bulu kucing selain karena bertambahnya usia. Jadi, sebelum memvonis kucing kamu sakit dan bulunya berubah warna, yuk, cari tahu dulu faktor yang memengaruhi perubahan warnanya:
Genetik dapat menyebabkan perubahan warna bulu pada kucing. Misalnya pada kucing Siam. Anak kucing Siam lahir berwarna putih dan tidak mendapatkan coraknya sampai mereka dewasa. Kemudian, kucing ras Burma, yang warnanya cenderung cokelat kemerahan, di mana warna merah di bagian atas kepala dan punggung berkembang seiring bertambahnya usia. Perubahan yang demikian tidak perlu dikhawatirkan, karena normal peran dari genetik.
Dilansir Catster, kucing Siam adalah hewan yang menarik dengan ciri khas berupa pigmen pada bagian tubuh tertentu, seperti cakar, ekor, dan telinga. Pewarnaan ini cukup sensitif terhadap suhu karena mutasi pada enzim tirosinase, yang bertanggung jawab memproduksi melanin. Mutasi ini berarti bahwa melanin hanya dapat diproduksi pada suhu di bawah 36 °C/96,8 °F, yaitu pada bagian ujung tubuh hewan. Itulah mengapa bagian kaki, telinga, wajah, dan ekor kucing siam dominan berwarna gelap dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya yang berwarna terang.
Kasus penyakit yang menyebabkan perubahan bulu pada kucing cukup jarang terjadi, namun pada ras Siam rentan mengalami vitiligo, yakni gangguan kulit autoimun yang ditandai dengan depigmentasi kulit simetris. Vitiligo pada kucing biasanya muncul saat usia dewasa muda, dan perkembangannya bertahap, dengan area depigmentasi pertama kali muncul di wajah hewan.
Penyakit dapat menyebabkan perubahan lain pada bulu kucing, misalnya, kucing yang menderita hipertiroidisme akan menunjukkan gejala bulu yang kusam dan kusut hingga perubahan warna. Namun, banyak dari perubahan warna ini disebabkan oleh kondisi yang buruk atau folikel rambut yang lebih rapuh.
Nutrisi yang buruk dapat merusak bulu dan penampilan kucing. Bulu kucing yang kekurangan tirosin dan fenilalanin, dua asam amino, dapat berubah dari hitam menjadi cokelat kemerahan. Hal ini karena asam amino digunakan dalam sintesis melanin. Menariknya, warna aslinya akan kembali ketika hewan diberi tirosin dan fenilalanin dalam jumlah yang cukup.
Kucing yang kekurangan seng juga dapat mengalami kerontokan bulu serta lesi kulit lainnya, sedangkan kekurangan tembaga dapat mengakibatkan kerontokan rambut yang tidak merata dan hilangnya pigmentasi rambut normal.
Terlalu sering terpapar sinar matahari dapat memberikan efek kerusakan pada bilu kucing. Radiasi UV ini dapat memudarkan warna dan membuatnya tampak kusam atau pucat.