Prediksi yang baik tidak selalu berarti banjir bisa dicegah. Aktivitas manusia sering memperburuk risiko. Urbanisasi pesat menutup lahan resapan, drainase yang buruk memperparah genangan, dan penurunan tanah meningkatkan kerentanan banjir tahunan.
Selain itu, keterbatasan data di wilayah terpencil dan ketidaksempurnaan model menambah ketidakpastian. Masalah komunikasi juga krusial: peringatan bisa terlambat atau diabaikan. Mengetahui banjir akan datang tidak sama dengan siap menghadapinya. Penundaan evakuasi dan sikap meremehkan sering mengubah prediksi menjadi bencana nyata.
Banjir memang bisa diprediksi secara ilmiah, tapi tidak pernah 100 persen akurat. Ilmu pengetahuan mengubah risiko menjadi informasi yang dapat ditindaklanjuti sehingga nyawa dan harta benda bisa diselamatkan. Meskipun begitu, prediksi sebaiknya dipandang sebagai alat mitigasi, bukan ramalan mutlak. Ketika dipadukan dengan infrastruktur yang tangguh dan kesiapsiagaan masyarakat, sains menjadi senjata ampuh menghadapi banjir.
Referensi
Mahdi, M. S., Abbas, I. K., Muhammed, B. M., & Abbas, H. A. (2024). Advancing Flood predication based on integrating Traditional and Deep Learning Techniques. Journal La Multiapp, 5(6), 890–897. https://doi.org/10.37899/journallamultiapp.v5i6.1520
Massachusetts Institute of Technology. Diakses pada Desember 2025. New AI Tool Generates Realistic Satellite Images of Future Flooding
NASA. Diakses pada Desember 2025. Predicting Floods
NOAA National Severe Storms Laboratory. Diakses pada Desember 2025. Severe Weather 101- Floods