Selain di langit dekat horizon, bayangan Bumi juga bisa diamati pada objek-objek di luar angkasa, meski jauh lebih sulit. Misalnya, saat International Space Station melintas di langit saat senja dengan kondisi cerah, pengamat menggunakan binokular dapat melihat stasiun tersebut tiba-tiba meredup ketika masuk ke dalam bayangan Bumi.
Fenomena serupa juga terjadi pada satelit geostasioner, yang tampak “menghilang” saat memasuki bayangan planet. Menurut Space Norway dan Australian Space Weather Forecasting Centre, peristiwa ini biasanya terjadi selama sekitar 21 hari di sekitar waktu ekuinoks, ketika satelit-satelit tersebut masuk ke bayangan Bumi selama beberapa menit setiap malam.
Bahkan, bayangan Bumi juga pernah terlihat memengaruhi asteroid. Astronom Gianluca Massi melaporkan bahwa asteroid 2016 VA sempat meredup dan menghilang selama hampir 11 menit saat melintasi bayangan Bumi pada jarak sekitar 120.000 kilometer. Temuan ini menunjukkan bahwa bayangan planet kita tidak hanya bisa dilihat dari Bumi, tetapi juga meninggalkan jejaknya pada objek yang melintas di sekitarnya.
Pada akhirnya, bayangan Bumi bukanlah sesuatu yang jauh atau sulit dipahami, ia hadir di sekitar kita setiap hari, hanya sering terlewatkan. Dengan mengetahui waktu dan kondisi yang tepat, siapa pun bisa menyaksikan bagaimana planet ini meninggalkan jejak gelapnya di langit dan bahkan di objek-objek di luar angkasa.
Referensi
Birriel, Jennifer J., and J. Kevin Adkins. “Estimating the Size of Earth’s Umbral Shadow Using Sky Brightness Light Curves During a Lunar Eclipse.” American Journal of Physics 87, no. 12 (November 19, 2019): 994–96.
"Celestial phenomena: STEVE, Belt of Venus, Earth's shadow and the Milky Way". Diakses pada Maret 2026. Colorado Arts and Sciences Magazine.
"The eclipse season and what it means for satellites". Diakses pada Maret 2026. Space Norway.