Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bisakah Kita Melihat Bayangan Bumi?
ilustrasi Bumi (pixabay.com/Arek Socha)
  • Bayangan Bumi terbentuk karena planet ini menghalangi sinar Matahari, terdiri dari tiga lapisan utama: umbra, penumbra, dan antumbra yang menciptakan gradasi cahaya berbeda.
  • Fenomena bayangan Bumi bisa diamati hampir setiap hari saat Matahari terbit atau terbenam sebagai pita gelap melengkung di langit berlawanan arah dengan posisi Matahari.
  • Bayangan Bumi juga memengaruhi objek luar angkasa seperti ISS, satelit geostasioner, hingga asteroid yang tampak meredup atau menghilang ketika melintasi area bayangan planet kita.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Bumi juga punya bayangan sendiri karena menutupi cahaya Matahari. Bayangan itu bisa dilihat waktu Bulan lewat di depannya saat gerhana, dan Bulan jadi warna merah. Kadang bayangannya juga bisa kelihatan di langit pas matahari mau terbit atau tenggelam, bentuknya melengkung. Di luar angkasa, satelit dan stasiun luar angkasa juga bisa kena bayangan Bumi sebentar lalu jadi redup.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Artikel ini menampilkan keindahan ilmiah dari bayangan Bumi sebagai fenomena yang akrab namun sering terlewatkan. Dari gradasi lembut umbra hingga penumbra, hingga siluet melengkung di langit senja, setiap detail menunjukkan harmoni antara cahaya dan planet kita. Bahkan pengaruhnya pada satelit dan asteroid memperlihatkan betapa luasnya jejak Bumi di alam semesta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bayangan adalah hal yang tak terpisahkan dari cahaya. Di mana ada objek yang menghalangi cahaya, di situ bayangan akan terbentuk. Hal yang sama juga berlaku untuk Bumi. Dengan menghalangi sinar Matahari, planet kita sebenarnya juga menciptakan bayangannya sendiri di angkasa.

Lalu, apakah bayangan Bumi bisa dilihat? Menurut para astronom, jawabannya adalah ya. Dalam kondisi yang tepat, bayangan Bumi bahkan bisa diamati pada berbagai objek. Yang mengejutkan, fenomena ini bisa terlihat hampir setiap hari jika kamu tahu kapan dan ke mana harus melihat.

1. Bayangan Bumi punya tiga lapisan

Karena Matahari bukan sumber cahaya tunggal melainkan menyebar, bayangan Bumi terdiri dari tiga bagian utama: umbra (bagian inti yang paling gelap), penumbra (bagian luar yang lebih samar), dan antumbra yang muncul pada jarak sangat jauh. Struktur berlapis ini membuat bayangan Bumi tidak sepenuhnya gelap, melainkan memiliki gradasi yang bisa diamati dalam kondisi tertentu.

Fenomena ini paling jelas terlihat saat gerhana bulan total, ketika Bulan melewati bayangan Bumi. Awalnya Bulan masuk ke penumbra (yang sulit dibedakan karena hanya sedikit meredup), lalu ke umbra yang jauh lebih gelap dan mudah terlihat, sebelum akhirnya keluar kembali. Menariknya, saat berada sepenuhnya di dalam umbra, Bulan tidak benar-benar hitam, melainkan tampak merah tembaga. Hal ini terjadi karena atmosfer Bumi membelokkan dan menyaring cahaya Matahari, sehingga hanya cahaya kemerahan yang mencapai Bulan.

2. Bisa dilihat setiap hari saat Matahari terbit dan terbenam

ilustrasi sunset (pixabay.com/boonkong19)

Menariknya, kamu tidak perlu menunggu gerhana bulan total untuk melihat bayangan Bumi. Fenomena ini sebenarnya bisa diamati hampir setiap hari, tepat sebelum Matahari terbit atau sesaat setelah terbenam. Pada waktu tersebut, siluet Bumi tampak sebagai bayangan melengkung di langit dekat horizon, berlawanan arah dengan posisi Matahari.

Menurut Raymond L. Lee dari U.S. Naval Academy, saat Matahari berada di dekat horizon, Bumi mulai menghalangi sinar Matahari yang seharusnya menerangi atmosfer bagian bawah. Akibatnya, terbentuk bayangan yang tampak sebagai pita gelap melengkung di langit. Meski demikian, detail visual bayangan ini masih diperdebatkan.

Ada yang menyebutnya terdiri dari pita biru tua dan cokelat, namun astronom amatir seperti Giovanni di Giovanni menilai bayangan sebenarnya adalah pita tipis yang sangat gelap dengan kontras rendah.

Fenomena ini biasanya hanya berlangsung singkat, sekitar 15 menit, yakni ketika Matahari berada sedikit di atas hingga sekitar 4 derajat di bawah horizon. Setelah itu, bayangan akan menghilang seiring langit menjadi terang saat fajar atau semakin gelap saat malam tiba.

3. Bayangan Bumi juga bisa terlihat pada objek di luar angkasa

Selain di langit dekat horizon, bayangan Bumi juga bisa diamati pada objek-objek di luar angkasa, meski jauh lebih sulit. Misalnya, saat International Space Station melintas di langit saat senja dengan kondisi cerah, pengamat menggunakan binokular dapat melihat stasiun tersebut tiba-tiba meredup ketika masuk ke dalam bayangan Bumi.

Fenomena serupa juga terjadi pada satelit geostasioner, yang tampak “menghilang” saat memasuki bayangan planet. Menurut Space Norway dan Australian Space Weather Forecasting Centre, peristiwa ini biasanya terjadi selama sekitar 21 hari di sekitar waktu ekuinoks, ketika satelit-satelit tersebut masuk ke bayangan Bumi selama beberapa menit setiap malam.

Bahkan, bayangan Bumi juga pernah terlihat memengaruhi asteroid. Astronom Gianluca Massi melaporkan bahwa asteroid 2016 VA sempat meredup dan menghilang selama hampir 11 menit saat melintasi bayangan Bumi pada jarak sekitar 120.000 kilometer. Temuan ini menunjukkan bahwa bayangan planet kita tidak hanya bisa dilihat dari Bumi, tetapi juga meninggalkan jejaknya pada objek yang melintas di sekitarnya.

Pada akhirnya, bayangan Bumi bukanlah sesuatu yang jauh atau sulit dipahami, ia hadir di sekitar kita setiap hari, hanya sering terlewatkan. Dengan mengetahui waktu dan kondisi yang tepat, siapa pun bisa menyaksikan bagaimana planet ini meninggalkan jejak gelapnya di langit dan bahkan di objek-objek di luar angkasa.

Referensi

Birriel, Jennifer J., and J. Kevin Adkins. “Estimating the Size of Earth’s Umbral Shadow Using Sky Brightness Light Curves During a Lunar Eclipse.” American Journal of Physics 87, no. 12 (November 19, 2019): 994–96.
"Celestial phenomena: STEVE, Belt of Venus, Earth's shadow and the Milky Way". Diakses pada Maret 2026. Colorado Arts and Sciences Magazine.
"The eclipse season and what it means for satellites". Diakses pada Maret 2026. Space Norway.

Editorial Team