Ketika mendengar istilah radioaktif, sebagian orang langsung membayangkan sesuatu yang berbahaya. Padahal, di balik kesan menyeramkan itu, ada satu konsep penting yang justru membantu para ilmuwan dan tenaga medis bekerja lebih aman: waktu paruh radioaktif. Konsep ini menjelaskan seberapa cepat suatu zat radioaktif kehilangan setengah tingkat radioaktivitasnya. Menariknya, setiap unsur radioaktif punya waktu paruh yang berbeda-beda, bisa sangat cepat hingga sangat lama.
Memahami waktu paruh radioaktif itu penting karena menentukan berapa lama sebuah bahan radioaktif tetap aktif, berapa lama harus disimpan dengan aman, hingga bagaimana para ilmuwan menaksir usia sebuah fosil atau artefak. Jadi, konsep ini bukan hanya milik fisikawan nuklir, tapi juga digunakan dalam dunia kedokteran, arkeologi, hingga geologi.
