Sebuah studi terbaru menemukan bahwa chatbot AI seperti ChatGPT bisa membantu seseorang belajar lebih cepat, tetapi di sisi lain juga berpotensi mengurangi kemampuan otak dalam menyimpan informasi. Temuan ini memperlihatkan bagaimana AI mulai berperan sebagai “cognitive crutch” atau penopang kognitif. Ini merupakan alat yang mempermudah proses berpikir, namun bisa membuat pengguna menjadi terlalu bergantung.
Penelitian tersebut dilakukan oleh André Barcaui dari Federal University of Rio de Janeiro melalui eksperimen terhadap 120 mahasiswa. Dalam studi itu, separuh peserta diperbolehkan menggunakan ChatGPT untuk membantu menyelesaikan tugas mengenai kecerdasan buatan, sementara separuh lainnya harus mengerjakannya tanpa bantuan AI.
Hasil awal menunjukkan bahwa kelompok yang menggunakan chatbot mampu menyelesaikan tugas lebih cepat dan menghasilkan jawaban yang lebih terstruktur. Namun, penelitian juga mengindikasikan bahwa pengguna cenderung memiliki tingkat retensi informasi yang lebih rendah dibandingkan mereka yang mengandalkan pemikiran sendiri selama proses belajar.
