Di alam liar yang keras dan penuh tantangan, bertahan hidup sering kali menuntut strategi ekstrem. Salah satu contohnya datang dari Sorex araneus, atau tikus celurut umum, yang memiliki kemampuan luar biasa menyusutkan ukuran otaknya hingga 30 persen. Mekanisme ini dilakukan demi menghemat energi. Lebih menakjubkan lagi, saat musim semi tiba, otak yang telah menyusut itu “tumbuh kembali” dengan neuron-neuron yang tetap utuh.
Kini, para ilmuwan berhasil menelusuri asal-usul evolusioner adaptasi langka ini sekaligus mengidentifikasi gen-gen yang kemungkinan berperan di baliknya. Temuan ini bukan hanya mengungkap keajaiban biologi mamalia kecil tersebut, tetapi juga membuka peluang baru untuk memahami proses degenerasi otak pada manusia.
