Sejak 2024/2025, Shai Gilgeous-Alexander selalu difavoritkan untuk mengamankan gelar MVP NBA. Kendati demikian, dalam perjalanannya, ia tetap harus menghadapi beberapa penantang yang kuat. Persaingannya pun semakin beragam dan menarik pada 2025/2026 ini.
Pada awal musim reguler, Nikola Jokic sempat mengimbangi Gilgeous-Alexander dengan torehan 32 poin, 11,7 rebound, dan 11 assist pada November serta 30,6 poin, 11,8 rebound, dan 11 assist pada Desember. Namun, Jokic mengalami cedera kaki pada akhir Desember yang membuatnya harus absen sebulan. Setelah itu, nama Cade Cunningham dan Jaylen Brown mulai sering dibacarakan sebagai kandidat MVP dari Wilayah Timur.
Perebutan MVP NBA 2025/2026 jadi semakin ketat ketika Victor Wembanyama (26,8 poin, 12 rebound) dan Luka Doncic (37,5 poin, 8 rebound, 7,4 assist) tampil fenomenal sepanjang Maret. Doncic kemudian kehilangan posisinya setelah menderita cedera dan kalah telak (139-96) dari Gilgeous-Alexander dan Oklahoma City Thunder pada 2 April 2026. Akhirnya, Gilgeous-Alexander tetap tangguh dengan 83 suara posisi pertama, disusul Jokic dengan 10 suara, Wembanyama 5 suara, dan Cunningham 2 suara.
Musim lalu, hanya Shai Gilgeous-Alexander dan Nikola Jokic yang jadi aktor utama dalam persaingan trofi MVP. Gilgeous-Alexander mengoleksi 71 suara posisi pertama, sedangkan Jokic 29 suara. Kala itu, Gilgeous-Alexander berhasil membawa Thunder memenangi 68 dari total 82 game pada musim reguler. Di sisi lain, Jokic menduduki peringkat tiga besar dalam rataan poin (29,6), rebound (12,7), dan assist (10,2).