Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Alasan Los Angeles Lakers Kena Sapu Bersih OKC di NBA Playoff 2026

Alasan Los Angeles Lakers Kena Sapu Bersih OKC di NBA Playoff 2026
Staples Center di NBA (unsplash.com/David Vives)

Los Angeles Lakers lolos ke putaran kedua NBA Playoff 2026 atau Semifinal Wilayah Barat setelah mengalahkan Houston Rockets. Namun, lawan mereka pada babak itu bukan lawan kaleng-kaleng. Lakers mesti menghadapi juara bertahan NBA, Oklahoma City Thunder.

Tidak dijagokan, Lakers tetap berusaha memberikan perlawanan, tetapi Thunder masih lebih tangguh. Lakers tumbang tanpa menang sekali pun. Mereka disapu bersih Thunder dalam empat pertandingan.

1. Los Angeles Lakers gugur tanpa sempat menang

Los Angeles Lakers menemui jalan terjal. Usai lolos dari jerat Houston Rockets pada putaran pertama NBA Playoff 2026, mereka mesti menghadapi Oklahoma City Thunder. Thunder yang berisi talenta-talenta muda bertitel juara NBA dijagokan di atas kertas. Mereka membuktikannya dalam empat pertandingan.

Thunder menyapu bersih Lakers 4-0. Meski harus bermain di kandang lawan di Crypto.com Arena, Los Angeles, California, Amerika Serikat, untuk menyegel seri, mereka tidak tampak gentar. Lakers, yang tampil di depan pendukung sendiri, justru kewalahan mengatasi tamu mereka yang penuh percaya diri. Sebab, Thunder telah membuktikan diri unggul di segala hal.

Lakers sendiri tumbang 110-115 di pertandingan keempat. Mereka sempat memberi perlawanan, tetapi kehabisan bensin. Thunder merapatkan barisan sehingga bisa tetap unggul dan melaju ke final wilayah.

2. Kehilangan pemain bintang dan beratnya pundak LeBron James di playoff

Perjalanan Los Angeles Lakers di NBA Playoff 2026 benar-benar terjal. Mereka tidak bisa tampil penuh. Pasalnya, beberapa pemain mesti absen. Bahkan, Lakers tidak didukung salah satu bintang utama mereka, Luka Doncic.

Doncic mengalami cedera. Dia mesti absen dalam waktu yang tidak diketahui. Doncic sendiri bolak-balik ke Spanyol untuk pemulihan. Namun, prosesnya memakan waktu yang tidak sedikit. Itu tidak cukup untuk playoff musim ini.

LeBron James dan Austin Reaves, di sisi lain, berusaha untuk menjadi mesin poin. Hanya saja, mereka dipaksa untuk memikul beban serangan yang tidak berkelanjutan. Pada paruh kedua tiap pertandingan, para bintang kerap tampak kelelahan dan kesulitan mempertahankan efisiensi mereka.

3. Turnover yang mematikan ditambah dengan eksekusi serangan yang tumpul

Di hampir semua pertandingan, kecerobohan dalam mengontrol bola menjadi penyebab kekalahan Los Angeles Lakers. Mereka, misalnya, melakukan 19 turnover yang dimanfaatkan Oklahoma City Thunder untuk mencetak 22 poin di pertandingan keempat. Lakers juga mesti tertinggal akibat rentetan poin (14-0) krusial Thunder dari turnover di pertandingan ketiga.

Saat pertandingan makin ketat pada kuarter keempat, kelelahan menjadi faktor dari kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja, terutama dari para pengatur serangan Lakers yang menggantikan Luka Doncic. Ini yang menghalangi mereka untuk mengeksekusi permainan dengan baik. Serangan Lakers mandul di hadapan tembok Thunder menjelang akhir.

Bigman Lakers, Deandre Ayton dan Jaxson Hayes, juga kurang memiliki kecepatan. Mereka terlambat mengantisipasi serangan perimeter hingga ke area cat Thunder, terutama di ruang terbuka. Keduanya kalah telak dari Chet Holmgren dan Isaiah Hartenstein.

Meski Lakers berhasil membatasi pergerakan Shai Gilgeous-Alexander pada beberapa kesempatan, para pemain pendukung Thunder mampu mengungguli pemain cadangan Lakers. Rookie, Ajay Mitchell, tampil gemilang dalam empat pertandingan. Mitchell bahkan mencetak 28 poin di pertandingan keempat yang menentukan. Sementara itu, Holmgren dan pemain yang didatangkan pada pertengahan musim, Jared McCain, secara konsisten mencetak poin penting tiap kali Lakers mencoba melakukan serangan balik.

4. Jeda musim akan menjadi krusial bagi Los Angeles Lakers

Gugur tanpa menang berarti satu hal: Los Angeles Lakers mesti merombak skuad. Jeda musim panas pun akan krusial. Lakers mesti mengambil langkah tepat agar bisa bersaing lebih jauh di NBA 2026/2027.

Lakers mungkin tetap memprioritaskan perombakan skuad di sekitar Luka Doncic. Mereka akan memanfaatkan fleksibilitas salary cap dan jalur trade yang agresif untuk mendapatkan pemain yang bisa mendukungnya. Salah satunya mempertahankan Austin Reaves yang mungkin menolak player option untuk bayaran yang lebih tinggi.

Di sisi lain, nasib LeBron James belum jelas. Dia akan habis kontrak pada akhir musim 2025/2026. Opsinya dua: lanjut setahun lagi dengan bayaran lebih rendah atau pensiun. Bagaimanapun, James sudah terlalu tua. Usianya 41 tahun. Akan 42 tahun pada Desember 2026 ini.

Beberapa pemain boleh jadi didepak. Entah karena habis kontrak atau trade. Lakers bisa menambalnya dengan mencari tiga peran pendukung: vertical lob-threat center, two-way athletic wing, dan secondary playmaker. Untuk mendapatkan itu, Lakers–yang tidak memiliki hak pilih di NBA Draft 2026–perlu meningkatkan tim melalui pertukaran pemain, skenario sign-and-trade, atau mengeksplorasi pasar dengan memantau free agent.

Seperti apa kiranya langkah Los Angeles Lakers setelah gugur dari Oklahoma City Thunder? Musim panas ini akan menarik. Skuad mereka bisa lebih baik atau malah lebih buruk dari langkah yang mereka ambil pada jeda musim nanti.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Latest in Sport

See More

Alasan Los Angeles Lakers Kena Sapu Bersih OKC di NBA Playoff 2026

17 Mei 2026, 15:38 WIBSport