Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Amankan Medali, Prancis Cetak Sejarah di Thomas Cup!
Jonatan Christie berduel dengan wakil Prancis, Christo Popov di India Open 2026 (dok.PP PBSI)
  • Tim putra Prancis mencetak sejarah di Thomas Cup 2026 dengan memastikan medali pertama mereka setelah menyingkirkan Jepang 3-2 di perempat final di Horsens, Denmark.
  • Strategi tiga tunggal jadi kunci sukses Prancis, memanfaatkan kekuatan Christo Popov, Alex Lanier, dan Toma Junior Popov yang semuanya masuk jajaran 20 besar dunia.
  • Skema tersebut membuat Prancis menumbangkan dua raksasa bulu tangkis, Indonesia dan Jepang, sekaligus memastikan langkah ke semifinal serta mengamankan medali bersejarah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Tim beregu putra Prancis mencetak sejarah manis di Thomas Cup 2026. Pertama kali sepanjang sejarah keikutsertaannya, Prancis dipastikan pulang dengan medali dari Thomas Cup.

Kepastian ini diraih setelah Prancis memulangkan Jepang di perempat final. Prancis menang mutlak dengan skor 3-2 di Horsens, Denmark, Sabtu (2/5/2026) dini hari WIB.

1. Catatan terbaik terakhir di 2018

ilustrasi bulu tangkis (pexels.com/Lisa A)

Ini akan jadi kali pertama Prancis pulang dengan medali dari ajang kejuaraan beregu putra terakbar dunia tersebut. Sebelumnya, Prancis belum pernah menembus semifinal Thomas Cup.

Catatan terbaik terakhir Prancis di Thomas Cup tercipta pada edisi 2018. Kala itu, Prancis kalah 1-3 dari Jepang dalam laga yang berlangsung di Bangkok, Thailand.

Kala itu, satu-satunya poin Prancis didapatkan dari tunggal putra Lucas Corvee atas Kazumasa Sakai dengan skor 2-17, 21-19 pada partai ketiga.

2. Skema tiga tunggal menguntungkan Prancis

Christo Popov dan Jonatan Christie dalam duel Prancis vs Indonesia di laga fase Grup D Thomas Cup 2026 (Dok.PP PBSI)

Prancis diuntungkan dengan skema tiga tunggal pada tiga partai pertama sepanjang Thomas Cup 2026. Ini diterapkan lantaran Christo Popov dan Toma Junior Popov yang menempati posisi tunggal pertama dan ketiga juga akan berlaga sebagai ganda pertama di partai kelima.

Skema ini sejatinya bisa jadi boomerang juga untuk Prancis. Namun, kekuatan tunggal Prancis sedang prima pada musim ini.

Prancis menempatkan tiga tunggal utamanya dalam jajaran 20 besar dunia. Christo Popov menempati ranking empat dunia, Alex Lanier pada peringkat 10 dunia, dan Toma Junior Popov pada peringkat 17 dunia. Ini membuat Prancis jadi untung memainkan skema tiga tunggal di awal sepanjang Thomas Cup 2026.

3. Indonesia dan Jepang jadi korban

Toma Junior Popov dan Anthony Sinisuka Ginting dalam duel Prancis vs Indonesia di laga fase Grup D Thomas Cup 2026 (Dok.PP PBSI)

Skema tiga tunggal ini sudah membawa Prancis menumbangkan tim-tim raksasa di Thomas Cup 2026. Pada fase Grup D, Prancis membungkam Indonesia dengan kemenangan 4-1. Tiga tunggal Prancis membuat tiga tunggal Merah-Putih tak berkutik.

Kekalahan ini jadi pukulan berat untuk Indonesia. Sebab, untuk pertama kali sepanjang sejarah keikutsertaannya, Indonesia gagal menembus fase Grup Thomas Cup.

Skema yang sama kembali menjadi batu sandungan untuk Jepang. Prancis menang telak 3-0 atas Jepang dalam babak perempat final dan memastikan diri melaju ke semifinal serta mengamankan medali.

Editorial Team