Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Negara yang Mengakhiri Thomas Cup 2026 Tanpa Kemenangan

4 Negara yang Mengakhiri Thomas Cup 2026 Tanpa Kemenangan
ilustrasi bulu tangkis (unsplash.com/Saif71.com)
Intinya Sih
  • Thomas Cup 2026 memasuki fase gugur dengan delapan tim tersingkir, termasuk empat negara yang gagal meraih satu kemenangan pun selama fase grup.
  • Australia, Finlandia, Swedia, dan Aljazair menjadi tim tanpa kemenangan setelah kalah telak dari lawan-lawan kuat di masing-masing grup.
  • Hasil ini menegaskan kesenjangan kualitas antarnegara peserta, terutama bagi tim nonunggulan yang masih kesulitan bersaing di level elite Thomas Cup.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Thomas Cup 2026 telah merampungkan fase grup dan sudah memasuki fase gugur per Jumat (1/5/2026). Sebanyak 8 tim masih memegang asa untuk mengangkat piala, sementara 8 tim lainnya dipastikan tersingkir.

Dari delapan tim yang tersingkir dari Thomas Cup 2026, tidak semuanya mampu memberikan perlawanan berarti. Beberapa bahkan gagal meraih satu kemenangan pun sepanjang fase grup. Tercatat, ada empat tim yang mengakhiri kejuaraan beregu bergengsi ini tanpa kemenangan. Berikut daftar lengkapnya.

1. Australia angkat koper tanpa meraih kemenangan sekalipun

Australia menjadi salah satu tim dengan hasil terburuk di Thomas Cup 2026. Satu-satunya perwakilan dari kawasan Oseania itu datang dengan harapan bisa memberi warna berbeda. Sayangnya, realitas di lapangan berkata lain. Mereka langsung angkat koper pada fase grup dan tersingkir tanpa meraih kemenangan.

Tergabung dalam Grup A, Australia kalah saing dari tim lainnya. Mereka tak mampu mengimbangi kekuatan China, India, dan Kanada yang tampil lebih dominan. Dalam laga melawan tiga tim tersebut, mereka selalu kalah telak dengan skor 0-5. Rentetan kekalahan itu membuat mereka mengendap di dasar klasemen tanpa koleksi poin.

2. Finlandia tersingkir tanpa kemenangan meskipun sempat membuat kejutan

Finlandia menjadi tim berikutnya yang menutup gelaran Thomas Cup 2026 tanpa sepeser pun kemenangan. Mereka langsung tumbang pada fase grup setelah menjadi bulan-bulanan tim lainnya di Grup B. Meski begitu, performa mereka tidak seburuk Australia. Mereka sempat menciptakan kejutan.

Pada fase grup, Finlandia menelan tiga kekalahan dari Jepang, Malaysia, dan Inggris. Saat bersua Jepang, mereka kalah telak 0-5. Pada laga kedua menghadapi Malaysia, mereka sempat membuat kejutan dengan merebut 1 kemenangan sebelum akhirnya tumbang dengan skor 1-4. Skor yang sama juga mereka dapat saat menghadapi Inggris pada laga terakhir. Atas hasil itu, Finlandia secara otomatis menghuni dasar klasemen dan gagal ke perempat final.

3. Swedia juga pulang tanpa kemenangan

Swedia turut menderita rentetan kekalahan di Thomas Cup 2026. Datang sebagai tim nonunggulan, mereka menjadi tim berikutnya yang menyudahi kejuaraan ini tanpa kemenangan. Hal itu membuat mereka harus gugur pada fase grup.

Menghuni Grup C, Swedia babak belur di hadapan Denmark, Taiwan, dan Korea Selatan. Mereka finis di posisi terbawah klasemen setelah kalah dari tiga tim kuat tersebut. Menghadapi Taiwan dan Korea Selatan, mereka dihajar dengan kekalahan telak 0-5. Sementara itu, saat menghadapi Denmark, mereka sempat mencuri 1 poin sebelum akhirnya tumbang dengan skor 1-4.

4. Aljazair juga tidak mampu berbicara banyak di Thomas Cup kali ini

Satu-satunya tim dari Afrika, Aljazair, juga tidak mampu berbicara banyak di Thomas Cup 2026. Senasib dengan tiga tim sebelumnya, mereka juga gugur pada fase grup dan pulang tanpa kemenangan. Mereka kalah dari tim kuat yang menghuni Grup D.

Aljazair mengoleksi tiga kekalahan yang didapat dari Thailand, Indonesia, dan Prancis. Tiga kekalahan itu sama-sama diderita dengan skor telak 0-5. Dengan hasil itu, posisi juru kunci jelas tak terhindarkan. Mereka secara otomatis mendekap di dasar klasemen tanpa meraih poin.

Secara peringkat hingga komposisi pemain, empat tim di atas memang termasuk yang terbawah. Beberapa dari mereka bahkan rutin menjadi penghuni dasar klasemen dalam beberapa edisi terakhir Thomas Cup. Meski demikian, kegagalan meraih satu kemenangan memperlihatkan bahwa gap kualitas antar tim masih cukup mencolok. Akankah hal yang sama masih terjadi di Thomas Cup edisi selanjutnya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Related Articles

See More