Selama tes pramusim F1 2026 di Bahrain, sejumlah tim besar terlihat saling merendahkan ekspektasi terhadap performa mereka sendiri. Setiap akhir sesi, perwakilan tim menyatakan bahwa mereka masih sedang kesulitan dalam beradaptasi dengan regulasi baru yang akan digunakan pada musim 2026. Beberapa dari mereka bahkan mengelak serta menepis ketika ditanya soal performa mobil.
Red Bull bahkan dengan berani memperkirakan berada di posisi keempat atau di belakang Mercedes, McLaren, dan Ferrari dalam hal performa keseluruhan setelah tes pramusim di Bahrain. Namun. Pernyataan yang sama juga dilontarkan oleh McLaren, Mercedes, dan Ferrari. Semuanya bersikeras bahwa mereka bukanlah yang tercepat dan setidaknya salah satu dari tim lain lebih cepat.
Namun, Jika dilihat dari angka-angka saja, Mercedes mencatatkan waktu tercepat pada dua hari (Rabu dan Kamis) tes pramusim 2 di Bahrain 2026. Pada tes 2 hari pertama, Rabu (18/2/2026), Gorge Russell berhasil tampil tercepat dengan catatan waktu 1:33,459 dalam 76 putaran. Pada tes 2 hari kedua, Kamis (19/2/2026) giliran Andrea Kimi Antonelli yang finis tercepat dengan catatan 1 menit 32,803 detik yang kemudian disusul oleh Oscar Piastri dengan waktu 1:32,961.
Pada akhirnya, sandbagging menjadi bagian dari strategi cerdas yang membuat Formula 1 semakin sulit ditebak. Tim tidak hanya bertarung dalam hal kecepatan, tetapi juga memainkan taktik teknis dan psikologis sejak sesi tes pramusim. Karena itu, hasil tes bukanlah gambaran akhir, melainkan awal dari permainan strategi yang digunakan setiap tim.