Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Modal Catatan Positif Ferrari Hadapi Formula 1 2026

Lewis Hamilton pada Formula 1 Grand Prix Singapura 2025.
Lewis Hamilton pada Formula 1 Grand Prix Singapura 2025 (commons.wikimedia.org/Liauzh)
Intinya sih...
  • Uji coba pramusim Ferrari di Bahrain berjalan positif, membangun fondasi kuat sebelum Grand Prix pembuka Formula 1 2026.
  • Mobil balap SF-26 Ferrari terbukti positif pada minggu pertama uji coba dengan keberhasilan menyelesaikan program uji coba yang padat.
  • Ferrari masih perlu memahami SF-26 dan membuat terobosan dalam pengembangan untuk menyamai atau melampaui level kompetitif tim teratas di Formula 1 2026.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pada 2026, Formula 1 menerapkan regulasi baru yang menghasilkan peningkatan tiga kali lipat dalam keluaran listrik. Selain itu, mobil balap juga menjadi lebih kecil dan ringan. Menanggapi penerapan itu, Ferrari menciptakan mobil balap yang dikabarkan berhasil memenuhi kebutuhan para pembalapnya.

Menyongsong Formula 1 2026, Ferrari membawa catatan positif. Seluruh anggota tim disebut-sebut sangat fokus dan merasakan semangat juang yang sangat tinggi. Lantas, apa yang sebenarnya menjadi catatan positif Ferrari?

1. Setelah Formula 1 2025 yang mengecewakan, salah satu pembalap Ferrari puas setelah menyelesaikan uji coba pramusim

Setelah Formula 1 2025 yang mengecewakan, Ferrari menerima tekanan publik dan media menjelang era regulasi baru Formula 1 2026. Oleh karena itu, uji coba pramusim penting bagi mereka untuk memastikan kualitas tim. Lewis Hamilton, salah satu pembalap Ferrari, menjelaskan bahwa uji coba itu berjalan positif.

Kepuasan Lewis Hamilton muncul karena Ferrari mampu menuntaskan banyak putaran dan menjalankan seluruh program uji coba yang dirancang. Dirinya menilai hasil itu penting untuk membangun fondasi kuat sebelum Grand Prix pembuka Formula 1 2026. Selain itu, dia juga menekankan bahwa masih ada kesempatan yang akan dimanfaatkan untuk mengembangkan catatan positif dari uji coba di Bahrain.

2. Meskipun mobil balap Formula 1 2026 tergolong kompleks, SF-26 Ferrari terbukti positif pada minggu pertama uji coba

Lewis Hamilton menganggap mobil balap Formula 1 2026 cukup kompleks, terutama karena tantangan untuk menemukan pemetaan kerja yang tepat bagi mobil balap dan ban. Akan tetapi, dirinya menilai mobil balap SF-26 terasa baik secara umum dan menunjukkan karakter yang menjanjikan saat uji coba. Bahkan, dia menyebut Ferrari berhasil membuat sejumlah terobosan yang baik terhadap mobil balap mereka.

Catatan positif Ferrari dalam sesi uji coba terlihat dari keberhasilan menyelesaikan program uji coba yang padat, di mana Lewis Hamilton mencatatkan 190 putaran dan Charles Leclerc membukukan 218 putaran sebagai yang terbanyak di lintasan. Catatan putaran yang besar memungkinkan mereka mengumpulkan data mendalam, termasuk terobosan penting dalam memahami karakter ban baru. Pemahaman itu merupakan kunci mengoptimalkan mobil balap Formula 1 2026.

3. Dikabarkan memiliki mental juara untuk Formula 1 2026, Ferrari tetap masih perlu memahami SF-26 dan membuat terobosan

Bagi Lewis Hamilton, terasa ada mental juara dalam internal Ferrari setelah pekan pertama uji coba pramusim menjelang Formula 1 2026. Dirinya menilai tiap anggota tim menunjukkan fokus tinggi saat evaluasi dan persiapan. Hasilnya, suasana kerja di garasi dipenuhi energi baru dan optimisme untuk kembali ke jalur perebutan gelar juara dunia.

Bagaimanapun, Lewis Hamilton menegaskan Ferrari masih harus banyak belajar dalam memahami mobil balap SF-26. Sebut saja karakter aerodinamika dengan downforce yang lebih rendah dan pemanfaatan tenaga listrik yang lebih besar. Oleh karena itu, dia mengakui Ferrari masih membutuhkan terobosan besar dalam pengembangan dan menekankan pentingnya proses pengembangan yang rapi, komunikasi yang jelas, dan keputusan teknis yang tepat.

4. Setelah penerapan aturan baru tentang sasis dan mesin, rekan setim Lewis Hamilton meyakini Ferrari masih cukup tertinggal

Charles Leclerc, rekan setim Lewis Hamilton, meyakini Ferrari berusaha mengejar para rival, terutama Red Bull dan Mercedes. Keyakinan itu muncul dari evaluasi awal terhadap kualitas teknis tim yang dinilai menunjukkan kemajuan struktural, tetapi belum cukup untuk langsung mendorong tim ke barisan terdepan. Oleh karena itu, optimisme internal Ferrari dibarengi dengan kesadaran bahwa jarak performa belum sepenuhnya tertutup.

Meskipun Ferrari membawa catatan positif, perubahan regulasi tidak lantas mengubah peta persaingan. Mengingat, Lewis Hamilton melihat bahwa para rival tampak lebih siap memaksimalkan aturan baru, baik dari segi efisiensi mesin atau integrasi sasis secara keseluruhan. Oleh karena itu, Ferrari diproyeksikan masih membutuhkan waktu dan pengembangan lanjutan untuk bisa menyamai atau melampaui level kompetitif tim teratas di Formula 1 2026.

Pada akhirnya, terlihat bahwa internal Ferrari pelan-pelan berhasil mengembalikan kepercayaan diri yang menyusut setelah Formula 1 2025 yang buruk. Setelah uji coba yang terbilang sukses, mereka bisa dipastikan tidak terpaut begitu jauh dari para rival. Lantas, yakin Ferrari bisa menjadi petarung gelar juara dunia Formula 1 2026?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Sport

See More

Gaung Perdamaian Uni Papua dari Perbatasan Thailand dan Myanmar

15 Feb 2026, 09:04 WIBSport