Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi bermain biliar
ilustrasi bermain biliar (pixabay.com/emmanuelpuz)

Intinya sih...

  • Asian Pool Championships 2025 adalah kejuaraan resmi tingkat Asia yang diakui secara formal dalam sistem biliar internasional.

  • Turnamen ini menandai kembalinya biliar Indonesia ke peta internasional dengan komposisi peserta dari berbagai negara Asia.

  • Penting bagi Indonesia karena menjadi ajang pembuktian kesiapan nasional, memberi jalur kompetisi yang jelas bagi atlet, dan menjadi sinyal penting untuk regenerasi atlet muda.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pada 24–31 Januari 2026, Jakarta menjadi tuan rumah Asian Pool Championships 2025. Ini adalah turnamen biliar tingkat Asia yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai negara.

Turnamen ini berlangsung di Puslatnas POBSI, iNews Tower, Jakarta. Lokasi tersebut dalam beberapa tahun terakhir memang mulai diproyeksikan sebagai pusat kegiatan biliar nasional dan internasional. Bagi Indonesia, ajang ini terasa spesial karena menjadi salah satu turnamen biliar Asia bergengsi yang kembali digelar di Indonesia setelah cukup lama.

1. Asian Pool Championships menjadi kejuaraan resmi tingkat Asia

Asian Pool Championships merupakan kejuaraan resmi tingkat Asia yang berada di bawah naungan Asian Confederation of Billiard Sports (ACBS). Ini adalah badan pengatur biliar Asia yang terafiliasi dengan struktur biliar dunia melalui World Confederation of Billiards Sports (WCBS). Artinya, turnamen ini bukan sekadar event undangan atau komersial, melainkan kompetisi yang diakui secara formal dalam sistem biliar internasional.

Penamaan Asian Pool Championships 2025 meski digelar pada Januari 2026 bukan hal asing dalam dunia olahraga. Penyesuaian ini dilakukan agar turnamen tetap berada dalam satu siklus kompetisi tahunan Asia, sekaligus menyesuaikan jadwal federasi dan kesiapan tuan rumah. Hal serupa juga kerap terjadi di berbagai cabang olahraga lain.

Pada edisi ini, Asian Pool Championships mempertandingkan tiga kategori utama, yaitu Men’s 10-Ball, Women’s 10-Ball, dan Junior 9-Ball. Komposisi kategori tersebut menunjukkan bahwa turnamen ini tidak hanya berorientasi pada level elite, tetapi juga memberi ruang penting bagi regenerasi atlet muda Asia.

Dari sisi hadiah, Asian Pool Championships 2025 menyajikan total hadiah sekitar 76 ribu dolar Amerika Serikat atau setara lebih dari Rp1,1 miliar. Total hadiah tersebut dibagi kepada seluruh kategori. Nilai ini memang belum menyamai turnamen dunia kelas premier, tetapi cukup signifikan untuk ukuran kejuaraan Asia dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para atlet.

2. Sinyal kembalinya biliar Indonesia ke peta internasional

Salah satu hal yang membuat Asian Pool Championships 2025 menarik adalah komposisi pesertanya. Turnamen ini diikuti pebiliar dari berbagai negara Asia yang punya tradisi biliar kuat. Misalnya Filipina, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, Singapura, hingga Indonesia sebagai tuan rumah.

Beberapa nama pebiliar yang mencuri perhatian publik Asia juga ikut bertanding. Seo Seoa, pebiliar putri asal Korea Selatan yang dikenal konsisten di turnamen Asia, hadir sebagai salah satu unggulan di sektor Women’s 10-ball. Selain itu, Aloysius Yapp dari Singapura yang selama beberapa tahun terakhir menjadi wajah biliar Asia di panggung dunia turut memperkuat status turnamen ini sebagai ajang serius, bukan pelengkap kalender.

Bagi atlet Indonesia, kehadiran pemain-pemain tersebut menjadi tolok ukur nyata. Bertanding melawan nama besar Asia memberi gambaran langsung tentang jarak level permainan yang harus dikejar. Di sisi lain, ini juga menjadi kesempatan langka untuk merasakan atmosfer kompetisi Asia tanpa harus bertanding di luar negeri.

3. Penting bagi Indonesia karena menjadi ajang pembuktian kesiapan nasional

Asian Pool Championships 2025 penting bagi Indonesia karena menjadi ajang pembuktian kesiapan nasional, baik dari sisi atlet maupun penyelenggaraan. Turnamen ini menunjukkan, Indonesia tidak hanya mampu mengirim atlet ke luar negeri, tetapi juga sanggup menjadi tuan rumah kompetisi federasi Asia. Dalam jangka panjang, reputasi sebagai tuan rumah akan sangat menentukan kepercayaan federasi internasional.

Selain itu, turnamen ini memberi jalur kompetisi yang jelas bagi atlet Indonesia dalam sistem federasi resmi. Karena berada di bawah ACBS, atlet yang bertanding di Asian Pool Championships berkesempatan membangun karier internasional yang terstruktur. Hal ini berbeda dengan turnamen nonfederasi yang sering kali tidak terhubung dengan jalur prestasi jangka panjang.

Keberadaan kategori junior juga menjadi sinyal penting. Regenerasi atlet sering kali menjadi titik lemah olahraga biliar di banyak negara, termasuk Indonesia. Panggung Asia yang dipersembahkan untuk atlet sejak usia muda bisa menjadi fondasi prestasi jangka panjang yang lebih serius.

Asian Pool Championships 2025 mungkin belum hadir dengan gegap gempita layaknya olahraga arus utama. Namun, justru di situlah nilai strategisnya bagi biliar Indonesia. Turnamen ini bekerja di level fundamental untuk membangun kepercayaan, struktur, dan kontinuitas kompetisi.

Jika konsistensi penyelenggaraan dan pembinaan terus dijaga, Asian Pool Championships bisa menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Ia berpotensi menjadi titik awal kembalinya Indonesia sebagai aktor penting di peta biliar Asia, bukan hanya sebagai penonton atau pelengkap.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team