Kenapa Biliar Akar Rumput Filipina Sangat Populer dan Legendaris?

Biliar bukan sekadar olahraga di Filipina, melainkan juga termasuk bagian kehidupan masyarakat. Di jalanan kecil, di dalam pasar, di sudut-sudut kampung, sampai pool hall megah di Manila, permainan dengan bola dan stik ini telah menjadi melting pot budaya, kompetisi, dan peluang hidup bagi tak sedikit orang.
Fenomena ini bukan kebetulan. Dari sejarah panjang, tantangan sosial-ekonomi, serta budaya kompetitif yang unik, Filipina menghasilkan lebih banyak atlet biliar hebat jika dibanding negara-negara lain. Bagaimana itu terjadi?
1. Akar rumput biliar Filipina, dari kampung ke mancanegara
Di banyak kota dan desa di Filipina, meja biliar bukan saja tempat olahraga. Arena ini turut menjelma sebagai ruang sosial yang hidup. Di barangay (komunitas kampung), warung, pasar, hingga sudut jalan yang sepi, tak sulit kamu temukan meja biliar tempat anak muda dan orang dewasa saling bersaing. Budaya ini tumbuh karena akses yang murah dan mudah. Satu jam bermain bisa dibayar hanya dengan beberapa peso saja sehingga siapa pun yang punya minat bisa bermain tanpa hambatan besar.
Permainan ini menjadi bagian dari keseharian karena harga meja yang relatif terjangkau dan keberadaannya yang menyatu dalam kehidupan komunitas, entah itu permainan ringan atau money game berhadiah sejumlah uang tunai. Banyak kisah pemain besar Filipina juga dimulai dari sini. Mereka tak memulai karier sebagai atlet dari pelatnas olahraga, melainkan dari money game kecil di kampung yang intens dan serius seiring waktu.
2. Money game menjadi identitas unik dan mengakar di biliar Filipina
Salah satu elemen yang membedakan biliar Filipina dari negara lain adalah konsep money game. Ini adalah praktik taruhan uang dalam permainan sehari-hari. Sejak awal abad ke-20 ketika biliar diperkenalkan melalui pengaruh Amerika Serikat, Filipina mengadopsi permainan ini bukan untuk sekadar menjadi hobi, melainkan jalan keluar alternatif untuk mendapatkan uang atau bahkan bertahan hidup.
Banyak pemain memulai kariernya bermain demi beberapa peso untuk meja berikutnya, atau bahkan hanya demi bisa makan pada hari itu. Kondisi sosial-ekonomi ini memberi tekanan unik. Pemain belajar bermain di bawah tekanan sehingga mengasah kemampuan mereka tak hanya untuk mengejar prestasi, tetapi untuk survival. Money game membuat pemain biliar Filipina tidak takut risiko dan terbiasa berpikir cepat serta strategis. Ini jadi keterampilan yang sangat berharga dalam kompetisi profesional. Landasan tersebut bikin banyak pemain hebat Filipina memiliki mental toughness luar biasa ketika bertanding di panggung besar dunia.
3. Filipina, tempat lahirnya para legenda biliar dunia
Tak ada sosok yang lebih mewakili dominasi Filipina di biliar dunia selain Efren "Bata" Reyes. Lahir di Pampanga, Filipina, Reyes tumbuh miskin dan mulai bermain di pool hall pamannya sejak kecil. Tak jarang Efren kecil sampai tidur di atas meja biliar karena tak punya tempat lain.
Efren Reyes adalah legenda hidup dengan julukan “The Magician” karena kreativitas tak tertandingi dalam permainan. Ia menjadi pemain pertama yang memenangi kejuaraan dunia di dua disiplin berbeda dan memenangi lebih dari 100 gelar internasional, termasuk WPA World Nine-Ball Championship 1999 dan World Eight-Ball Championship 2004.
Ceritanya bukan hanya tentang trofi. Saat pertama kali mendaratkan kaki di Amerika Serikat, Reyes bahkan bermain dengan memakai nama samaran agar lawan tidak tahu siapa dirinya. Ketika berhasil mengalahkan legenda biliar Amerika Serikat, Earl Strickland, di acara The Color of Money 1997, ia membawa pulang hadiah terbesar dalam sejarah biliar waktu itu sekaligus mencatatkan rekor baru dalam dunia profesional. Dari situlah namanya langsung menjadi sensasi global.
Di samping Reyes, Francisco “Django” Bustamante turut menjadi figur kunci lain dari era keemasan biliar Filipina. Bustamante tumbuh di lingungan pekerja kasar. Ia juga mulai nongkrong di arena meja biliar sejak kecil. Bustamante dikenal dengan power break-nya yang kuat dan gaya agresif yang memaksa lawan terus di bawah tekanan. Sebagai juara dunia WPA World Nine-Ball 2010 dan pemenang puluhan gelar internasional lainnya, Bustamante turut melambungkan nama Filipina di panggung global sekaligus memberi warna tersendiri dalam dominasi atlet biliar Filipina.
4. Akar rumput yang terus beregenerasi
Dominasi Filipina di biliar tak berhenti di Efren Reyes dan Francisco Bustamante. Dewasa ini, muncul generasi baru yang membawa semangat itu ke era modern. Salah satunya adalah Albert James Manas. Punya julukan Starboy, AJ Manas adalah bintang muda yang paling diperhitungkan dunia biliar meski usianya baru 18 tahun.
Di kariernya yang masih seumur jagung, AJ Manas sudah memenangi beberapa gelar junior internasional. Ia juga mampu memenangi game penting melawan pemain top seperti Fedor Gorst yang menunjukkan bahwa bakat biliar Filipina tidak hanya sejarah tetapi juga masa depan. Pada Reyes Cup 2025, ia tampil memukau hingga dinobatkan sebagai MVP saat Team Asia mengalahkan Team Rest of World. Manas juga menunjukkan performa kuat di turnamen besar seperti Philippines Open dan pelbagai kompetisi internasional lainnya.
Tak sendirian, AJ Manas punya rival senegara yang tak kalah sensasional. Namanya Jaybee Sucal. Awalnya dikenal sebagai sensasi media sosial, Sucal perlahan mulai unjuk gigi di panggung-panggung dunia. Di usia yang baru sekitar 16 tahun, ia sudah berkompetisi di ajang Philippines Open dan menarik perhatian publik serta penggemar internasional. Sucal adalah wujud bagaimana akar rumput yang melekat dalam budaya keseharian masyarakat memungkinkan pemain muda Filipina akhirnya bisa ikut bertarung di level paling tinggi.
Olahraga biliar di Filipina tumbuh dari akar rumput, dari kampung-kampung, warung kecil, pasar, sampai pool hall yang penuh kelindan kehidupan sosial, budaya, dan iklim kompetisi yang ketat sejak dini. JIka landasan dan metode bertahan hidup seperti itu bisa menjadi motor Filipina menghasilkan atlet-atlet profesional terbaik di bidangnya, seharusnya Indonesia juga bisa mengadopsi pendekatan yang sama.


















