Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bagaimana New York Knicks Mendominasi Semifinal Wilayah NBA 2026?
ilustrasi New York Knicks (unsplash.com/With Paul)
  • New York Knicks menyapu bersih Philadelphia 76ers 4-0 di semifinal Wilayah Timur NBA 2026, dengan selisih kemenangan rata-rata 22 poin dan total margin mencapai 89 poin.
  • Pertahanan agresif Knicks sukses menekan Joel Embiid dan Tyrese Maxey, sementara Karl-Anthony Towns tampil luar biasa sebagai playmaker dengan rata-rata 7,5 assist per pertandingan.
  • Jalen Brunson memimpin tim dengan efisiensi tinggi, didukung kontribusi solid dari OG Anunoby, Mikal Bridges, dan pemain pendukung lain yang menjaga performa konsisten sepanjang seri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Euforia basket profesional di New York City sedang berada di puncak. Dengan kemenangan 144-114 atas Philadelphia 76ers pada Minggu (10/5/2026), New York Knicks resmi lolos ke Final Wilayah Timur selama 2 musim beruntun. Mereka berhasil menyapu bersih (4-0) Sixers pada putaran kedua NBA Playoff.

Knicks bermain di level yang melebih ekspektasi pada putaran ini. Jika hasil akhir keempat pertandingan tersebut digabungkan, kemenangan mereka akan berjarak hingga 89 poin. Rataan selisih kemenangannya sekitar 22 poin. Lantas, bagaimana cara Knicks mendominasi Sixers pada putaran kedua playoff 2026 ini?

1. Benteng pertahanan New York Knicks mampu membuat duet bintang Philadelphia 76ers kewalahan

Pertahanan New York Knicks yang ketat memiliki pengaruh besar terhadap kesuksesan mutlak mereka pada putaran kedua NBA Playoff 2026. Knicks konsisten tampil agresif ketika berhadapan dengan dua pemain andalan Sixers, Joel Embiid dan Tyrese Maxey. Itu membuat produktivitas mereka menurun drastis dalam seri ini.

Embiid hanya mampu mencatat 18,7 poin melawan Knicks setelah tampil spektakuler dengan rataan 28 poin melawan Boston Celtics pada putaran pertama. Ketika Embiid memegang bola, Knicks kerap mengirim dua pemain untuk memojokkan posisinya. Alhasil, selain persentase menembaknya jadi kurang efisien (27,3 persen di game pertama dan 41,2 persen dalam 17 percobaan di game ketiga), pergerakan Embiid di lapangan juga makin terbatas, membuatnya harus sering mengambil peran sebagai fasilitator.

Lebih lanjut, dalam beberapa momen, Mikal Bridges dan Miles McBride berhasil memaksa Maxey untuk menjauh dari paint area. Karena mencetak skor di dekat ring adalah keahlian utamanya, Maxey akhirnya harus aktif mengoper bola atau mengeluarkan lebih banyak energi hanya untuk mencari celah dari pertahanan Knicks. Produktivitas Maxey menurun dari 26,9 poin melawan Celtics menjadi 18,3 poin melawan Knicks.

2. Karl-Anthony Towns bertransformasi sebagai playmaker solid

Selain cekatan di sisi bertahan, dominasi New York Knicks atas Philadelphia 76ers juga bisa terwujud berkat sosok Karl-Anthony Towns. Sepanjang kariernya di NBA, ia selalu dikenal sebagai center dengan shooting yang tajam. Namun, dalam seri ini, Towns berhasil memamerkan kemampuan playmaking melebihi standarnya.

Towns tampil fantastis sebagai fasilitator dengan torehan 7,5 assist pada putaran kedua. Ia berhasil mengumpulkan sepuluh assist di game keempat. Sepanjang kariernya, Towns hanya mencatat 3,1 assist pada musim reguler dan 2,8 assist di playoff.

Meningkatnya performa Towns sebagai playmaker ini memberikan warna baru dalam strategi menyerang Knicks. Ia terbukti mampu menemukan rekan setimnya yang memiliki peluang lebih besar untuk mencetak skor. Selain itu, Towns telah meringankan tanggung jawab Jalen Brunson untuk mengendalikan bola. Ditambah dengan reputasinya yang kuat sebagai shooter, ia kini memiliki lebih banyak opsi untuk mengacaukan pertahanan musuh.

3. Jalen Brunson tetap mentereng sebagai kapten New York Knicks

Kesuksesan New York Knicks pada putaran kedua NBA Playoff 2026 tentu tidak lepas dari kehebatan Jalen Brunson sebagai kapten. Ia bermain impresif dengan rata-rata 29 poin dan 6 assist dalam seri ini. Permainannya itu juga efisien dengan persentase field goal 51,3 persen dan tripoin 44,8 persen, semuanya melampaui rata-rata kariernya di playoff (46,3 persen untuk field goal dan 35,2 persen untuk tripoin).

Berkat playmaking Karl-Anthony Towns, Brunson jadi lebih sering melakukan transition offense dan bermain off-ball. Kendati demikian, Knicks berada dalam momen-momen krusial, Brunson tetap bersinar menggunakan strategi isolation. Game kedua salah satu contohnya. Pada kuarter keempat, Brunson berhasil mencetak delapan poin melalui isolation ketika jarak skor berdekatan.

4. Pemain pendukung Knicks berapi-api pada saat yang tepat

Di sisi menyerang, New York Knicks tidak hanya bergantung kepada Karl-Anthony Towns dan Jalen Brunson. Seluruh anggota tim turut berkontribusi untuk menghasilkan kemenangan yang memuaskan. Ketika dibutuhkan, mereka tidak terlihat tertekan dan mampu memberikan performa yang bagus.

Di game keempat, Miles McBride berhasil mengumpulkan poin terbanyak (25) di antara seluruh pemain Knicks maupun Sixers. OG Anunoby tampil fenomenal dengan rata-rata 21 poin dan 4 rebound, disusul Mikal Bridges dengan 17,5 poin, 3,5 rebound, dan 3,5 assist dengan efisiensi field goal 63,8 persen. Landry Shamet berkontribusi dengan 15 poin di game ketiga dan 12 poin di game keempat. Ada juga Jose Alvarado, Jordan Clarkson, dan Mitchell Robinson yang mampu membuat Knicks bertahan ketika bintang mereka istirahat.

Jika dominasi ini dipertahankan di Final Wilayah Timur, New York Knicks memiliki kesempatan yang berarti untuk kembali ke panggung Final NBA setelah 27 tahun absen. Namun, tiap tim memiliki karakteristik permainan yang berbeda, sehingga Knicks tetap membutuhkan penyesuaian strategi pada seri berikutnya. Apakah Knicks bisa memenuhi ekspektasi mereka di playoff 2026 ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team