Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
24afff58-8b2f-406b-a05a-212a2f98c804.jpeg
Balapan digelar di sirkuit Mandalika (Istimewa)

Intinya sih...

  • Banteng Motorsport sukses menjaga konsistensi performa di Pertamina Endurance Race 6 Hours Mandalika dengan satu podium dan dua mobil finis di posisi kompetitif.

  • Tim datang dengan pendekatan realistis, fokus pada menjaga mobil minim masalah hingga garis finis, hasil dari pengalaman balap endurance sejak Sepang 1000KM 2023.

  • Mobil nomor 44 finis di posisi ketiga, sementara dukungan teknis dari Mesin HL membuktikan kualitas produk lokal dalam ajang ini.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ajang Pertamina Endurance Race 6 Hours 2026 di Sirkuit Mandalika kembali menjadi pembuktian ketangguhan tim-tim nasional.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah Banteng Motorsport, yang mampu menjaga konsistensi performa meski harus berhadapan dengan tantangan teknis sepanjang balapan berdurasi enam jam ini.

Menurunkan tiga mobil di kelas ITCR 1200cc dengan kombinasi pembalap nasional dan internasional, Banteng Motorsport sukses mengamankan satu podium dan menempatkan dua mobil lainnya finis di posisi kompetitif.

1. Strategi reliabilitas jadi kunci Banteng Motorsport

Didukung tim teknis yang mumpuni (Istimewa)

Menghadapi Pertamina Endurance Race 6 Hours Mandalika, Banteng Motorsport datang dengan pendekatan yang realistis dan terukur. Fokus utama tim bukan sekadar mengejar lap time tercepat, melainkan menjaga mobil tetap minim masalah hingga garis finis.

Pengalaman mengikuti balap endurance sejak Sepang 1000KM 2023 membuat tim semakin matang. Penguatan dan penggantian komponen penting dilakukan sejak awal demi memastikan ketahanan mobil sepanjang lomba.

Strategi ini terbukti efektif, terutama dalam balapan panjang yang menuntut konsistensi dan efisiensi pit stop.

2. Kendala teknis tak menghentikan perjuangan tim

Banteng Motorsport berpartisipasi dalam endurance race 6 jam (Istimewa)

Tantangan terbesar dialami mobil nomor 533 yang dikemudikan Hendra Widjanarko, M. Ichsan, dan Jonatan Xie. Masalah bahan bakar yang tercampur air membuat mobil harus memulai balapan dari posisi paling belakang dan sempat mengalami gangguan sistem piggyback ECU di awal lomba.

Keputusan tim melepas piggyback ECU saat pit stop menjadi langkah krusial agar mobil tetap bisa melanjutkan balapan, meski dengan penurunan performa mesin.

3. Podium jadi buah dari konsistensi

Banteng Motorsport turunkan tiga mobil (Istimewa)

Di tengah berbagai dinamika lomba, hasil akhir tetap patut diapresiasi. Mobil nomor 44 yang dikemudikan David Djaja, Rayhan Tania, dan Davino Satria sukses finis di posisi ketiga, sementara mobil nomor 123 yang diperkuat Fladdy Malik dan Igors Brainins mengamankan posisi keempat.

Dukungan teknis dari Mesin HL juga menjadi bagian penting dari pencapaian ini. CMO Mesin HL, Jerry Riadi, menegaskan bahwa ajang ini menjadi pembuktian kualitas produk lokal.

“Mesin HL terus menguji dan membuktikan kualitas produk Indonesia agar sejajar dengan brand Jepang, Eropa, dan Amerika yang umum digunakan di motorsport,” jelasnya. Menurutnya, presisi dan kekuatan alat sangat membantu efisiensi kerja di pit stop.

Keberhasilan Banteng Motorsport kembali naik podium di Mandalika menegaskan bahwa konsistensi, kerja tim, dan pengembangan teknis yang berkelanjutan tetap menjadi fondasi utama dalam menghadapi kerasnya balap endurance.

Editorial Team