Perubahan sistem skor 15x3 juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap usia karier pemain. Dengan durasi pertandingan yang lebih singkat, beban fisik yang harus ditanggung pemain dalam satu laga menjadi lebih ringan. Hal ini tentu dapat membantu mengurangi akumulasi kelelahan, terutama bagi pemain yang harus menjalani jadwal turnamen yang padat sepanjang musim.
Dalam sistem skor 21x3, pertandingan dengan reli panjang dan durasi yang lebih lama sering kali menguras stamina secara signifikan. Tidak jarang pemain harus bermain hingga rubber game dengan total waktu cukup panjang yang berisiko meningkatkan kelelahan hingga cedera. Itu juga belum termasuk jumlah turnamen yang sangat padat setiap musimnya. Dengan sistem skor 15x3, intensitas pertandingan memang tetap tinggi, tetapi durasinya lebih terkendali sehingga tekanan fisik tidak berlangsung terlalu lama.
Kondisi ini membuka peluang bagi pemain untuk menjaga performa mereka lebih konsisten dalam jangka panjang. Pemulihan yang lebih cepat antarpertandingan juga memungkinkan pemain untuk tetap kompetitif di usia yang lebih matang. Meski demikian, perubahan ini tidak serta-merta menjamin karier yang lebih panjang karena faktor seperti gaya bermain, kondisi fisik, dan manajemen cedera tetap menjadi faktor penentu.
Meskipun sudah digelar uji coba, perubahan sistem skor ini tetap menghadirkan tanda tanya. Dengan dampak yang ada, apakah sistem baru ini benar-benar akan membuat pertandingan lebih menarik seperti yang dijanjikan BWF atau justru mengurangi kedalaman permainan?