Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BWF Terapkan Sistem Skor 15x3 Mulai 2027, Apa Saja Dampaknya?
ilustrasi bulu tangkis (unsplash.com/Mustafa Fatemi)

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) membuat keputusan besar dengan mengumumkan sistem skor baru dalam pertandingan bulu tangkis profesional. Perubahan sistem skor dari 21x3 menjadi 15x3 resmi disetujui dan akan mulai diterapkan pada 4 Januari 2027 mendatang. Keputusan itu ditetapkan dalam Annual General Meeting BWF pada Sabtu (25/4/2026) di Horsens, Denmark, bertepatan dengan penyelenggaraan Thomas dan Uber Cup 2026.

Adanya perubahan ini tentu akan berdampak bagi ekosistem pertandingan bulu tangkis secara menyeluruh mengingat sistem skor 21x3 sudah cukup lama digunakan bahkan sudah sangat melekat di benak penikmat. Lantas, apa saja dampak dari penerapan sistem skor 15x3 ini?

1. Pertandingan akan berlangsung lebih cepat

Dampak pertama sekaligus yang paling terasa dari perubahan sistem skor bulu tangkis dari 21x3 menjadi 15x3 adalah durasi pertandingan yang lebih cepat. Menyusutnya jumlah skor yang harus diraih dalam satu pertandingan secara otomatis membuat durasi pertandingan menjadi lebih singkat. Durasi pertandingan bulu tangkis sendiri biasanya tidak memakan waktu yang begitu lama.

Sebagai perbandingan, durasi 1 pertandingan bulu tangkis profesional dengan sistem skor 21x3 umumnya memakan waktu 40 hingga 50 menit, mengutip olympic.com. Dengan hadirnya perubahan skor ini, waktunya dapat semakin singkat. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji coba yang dilakukan BWF 2025 lalu.

Pada 2025, BWF telah menggelar beberapa turnamen dengan sistem skor 15x3. Dalam akun X @mswsTracker disebutkan bahwa seluruh laga final turnamen tersebut tidak ada yang berdurasi lebih dari 50 menit. Bahkan, rata-rata durasi pertandingan final hanya sekitar 29 menit, hampir setengah dari rata-rata durasi pertandingan dengan sistem skor yang lama.

2. Perubahan strategi permainan

Selain durasi, perubahan sistem skor dari 21x3 menjadi 15x3 juga akan berdampak langsung pada cara pemain menyusun strategi di lapangan. Dengan jumlah poin yang lebih sedikit, ruang untuk melakukan kesalahan menjadi jauh lebih sempit. Pemain dituntut untuk bisa langsung tampil maksimal sejak awal pertandingan tanpa harus “mencari ritme” terlalu lama.

Dalam sistem 21x3, pemain masih memiliki waktu untuk membaca permainan lawan dan melakukan penyesuaian secara bertahap. Tak jarang kita melihat pemain yang tertinggal jauh pada awal laga, tapi tetap mampu menutupnya dengan kemenangan. Namun, pada sistem 15x3, pendekatan seperti itu menjadi lebih berisiko. Keterlambatan adaptasi bisa langsung menghukum pemain dengan kekalahan mengingat selisih skor yang kecil sudah cukup untuk menentukan hasil.

Akibatnya, pola permainan pun cenderung berubah menjadi lebih agresif dan efisien. Pemain kemungkinan akan lebih sering mengambil inisiatif serangan untuk mengamankan poin dengan cepat alih-alih bermain terlalu aman dan menunggu kesalahan lawan. Kondisi itu diprediksi juga akan lebih menguntungkan para pemain dengan tipe aktif menyerang dan agresif.

3. Potensi karier yang lebih panjang dan aman bagi pemain

Perubahan sistem skor 15x3 juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap usia karier pemain. Dengan durasi pertandingan yang lebih singkat, beban fisik yang harus ditanggung pemain dalam satu laga menjadi lebih ringan. Hal ini tentu dapat membantu mengurangi akumulasi kelelahan, terutama bagi pemain yang harus menjalani jadwal turnamen yang padat sepanjang musim.

Dalam sistem skor 21x3, pertandingan dengan reli panjang dan durasi yang lebih lama sering kali menguras stamina secara signifikan. Tidak jarang pemain harus bermain hingga rubber game dengan total waktu cukup panjang yang berisiko meningkatkan kelelahan hingga cedera. Itu juga belum termasuk jumlah turnamen yang sangat padat setiap musimnya. Dengan sistem skor 15x3, intensitas pertandingan memang tetap tinggi, tetapi durasinya lebih terkendali sehingga tekanan fisik tidak berlangsung terlalu lama.

Kondisi ini membuka peluang bagi pemain untuk menjaga performa mereka lebih konsisten dalam jangka panjang. Pemulihan yang lebih cepat antarpertandingan juga memungkinkan pemain untuk tetap kompetitif di usia yang lebih matang. Meski demikian, perubahan ini tidak serta-merta menjamin karier yang lebih panjang karena faktor seperti gaya bermain, kondisi fisik, dan manajemen cedera tetap menjadi faktor penentu.

Meskipun sudah digelar uji coba, perubahan sistem skor ini tetap menghadirkan tanda tanya. Dengan dampak yang ada, apakah sistem baru ini benar-benar akan membuat pertandingan lebih menarik seperti yang dijanjikan BWF atau justru mengurangi kedalaman permainan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy