Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi lari
ilustrasi lari (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Banyak pelari yang merasa sudah rutin berlari, tetapi pace yang dicapai terasa stagnan dari waktu ke waktu. Padahal, peningkatan pace bukan hanya soal berlari lebih kencang, melainkan juga tentang strategi yang tepat dan konsistensi latihan. Jika dilakukan dengan cara yang benar, pace lari bisa meningkat secara bertahap tanpa harus memaksakan tubuh.

Meningkatkan pace lari juga berkaitan erat dengan efisiensi gerak dan pemahaman kondisi tubuh. Terlalu memaksakan kecepatan justru berisiko menimbulkan cedera dan membuat motivasi menurun. Oleh karena itu, penting memahami langkah-langkah efektif agar peningkatan pace terasa aman dan berkelanjutan.

1. Latihan interval secara terstruktur

ilustrasi lari (pexels.com/Pexels LATAM)

Latihan interval merupakan metode yang efektif untuk melatih tubuh beradaptasi dengan kecepatan yang lebih tinggi. Pola latihan ini dilakukan dengan mengombinasikan lari cepat dan lari pelan dalam durasi tertentu. Dengan interval yang teratur, kapasitas paru-paru dan kekuatan otot akan meningkat secara signifikan.

Selain meningkatkan stamina, latihan interval juga membantu tubuh mengenali batas kemampuan secara bertahap. Pace lari akan terasa lebih ringan karena tubuh terbiasa dengan ritme cepat. Pastikan interval dilakukan sesuai kemampuan agar hasilnya optimal dan aman.

2. Perhatikan teknik dan postur tubuh

ilustrasi lari (pexels.com/RUN 4 FFWPU)

Teknik lari sering kali diabaikan, padahal berpengaruh besar terhadap pace. Postur tubuh yang tegak, ayunan tangan yang efisien, serta langkah kaki yang stabil dapat mengurangi pemborosan energi. Dengan teknik yang baik, kecepatan dapat meningkat tanpa harus menambah tenaga secara berlebihan.

Memperbaiki teknik lari juga membantu mencegah cedera jangka panjang. Gerakan yang salah dapat memberi tekanan berlebih pada lutut atau pergelangan kaki. Oleh karena itu, memperhatikan detail teknik menjadi investasi penting bagi pelari yang ingin meningkatkan pace.

3. Tingkatkan kekuatan otot pendukung

ilustrasi pemanasan sebelum lari (pexels.com/Mikhail Nilov)

Pace lari tidak hanya ditentukan oleh kaki, tetapi juga kekuatan otot inti dan tubuh bagian bawah. Otot paha, betis, dan core berperan besar dalam menjaga stabilitas dan dorongan saat berlari. Latihan kekuatan seperti squat atau plank dapat membantu meningkatkan performa lari.

Dengan otot yang lebih kuat, langkah lari menjadi lebih efisien dan bertenaga. Tubuh juga lebih tahan terhadap kelelahan saat mempertahankan kecepatan tertentu. Kombinasi latihan lari dan latihan kekuatan akan memberikan hasil yang lebih seimbang.

4. Atur pola istirahat dan pemulihan

ilustrasi tidur (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Istirahat merupakan bagian penting dari proses peningkatan pace lari. Tanpa pemulihan yang cukup, tubuh tidak memiliki waktu untuk memperbaiki dan menguatkan diri. Hal ini justru dapat menghambat progres dan meningkatkan risiko cedera.

Tidur yang berkualitas dan jadwal latihan yang seimbang membantu tubuh bekerja secara optimal. Memberi jeda di antara sesi latihan berat membuat performa saat berlari lebih stabil. Dengan pemulihan yang baik, peningkatan pace akan terasa lebih konsisten.

5. Konsisten dan pantau perkembangan

ilustrasi menggunakan HP (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Konsistensi adalah kunci utama dalam meningkatkan pace lari. Tanpa jadwal latihan yang teratur, hasil yang diharapkan akan sulit tercapai. Mencatat waktu dan jarak lari dapat membantu memantau perkembangan secara objektif.

Pemantauan ini juga berguna untuk mengevaluasi metode latihan yang digunakan. Jika pace mulai meningkat, artinya strategi yang diterapkan sudah tepat. Konsistensi dan evaluasi rutin akan membuat progres terasa lebih nyata dari waktu ke waktu.

Meningkatkan pace lari membutuhkan kesabaran, strategi, dan pemahaman terhadap tubuh sendiri. Dengan menerapkan latihan interval, memperbaiki teknik, memperkuat otot, serta menjaga pemulihan, peningkatan pace dapat dicapai secara aman. Mulailah menerapkan tips ini secara bertahap dan rasakan perubahan performa lari yang lebih optimal dari waktu ke waktu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy