Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi bulu tangkis
ilustrasi bulu tangkis (unsplash/frame harirak)

Kejuaraan Beregu Asia (BATC) 2026 telah resmi berakhir setelah berlangsung di Qingdao, China, pada 3–8 Februari 2026. Turnamen beregu dua tahunan ini kembali menjadi ajang penting bagi negara-negara Asia karena berstatus sebagai kualifikasi menuju Piala Thomas dan Uber. Pada sektor putra, edisi kali ini menghadirkan hasil berbeda dengan keberhasilan Jepang meraih medali emas untuk pertama kalinya.

BATC sendiri pertama kali digelar pada 2016 dan sejak itu rutin dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Sepanjang penyelenggaraannya, tim putra Indonesia tercatat sebagai negara paling dominan dengan koleksi gelar juara terbanyak. Untuk melihat peta kekuatan dan konsistensi tiap negara, berikut daftar juara beregu putra BATC dari tahun ke tahun hingga edisi 2026.

1. Indonesia juara tiga kali beruntun sejak edisi perdana

Dominasi tim putra Indonesia langsung terlihat sejak BATC edisi perdana digelar pada 2016. Indonesia sukses meraih gelar juara secara beruntun dalam tiga edisi awal, yakni 2016, 2018, dan 2020. Konsistensi ini menegaskan status Indonesia sebagai kekuatan utama bulu tangkis beregu putra di Asia pada periode tersebut.

Berikut daftar lengkap keberhasilan Indonesia meraih gelar juara beregu putra BATC:

  • 2016: Indonesia vs Jepang 3–2

  • 2018: Indonesia vs China 3–1

  • 2020: Indonesia vs Malaysia 3–1

Dari tiga edisi tersebut, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting kerap menjadi tumpuan di sektor tunggal putra. Keduanya berperan penting dalam menjaga stabilitas poin Indonesia di laga-laga krusial. Sementara itu, sektor ganda putra diisi oleh kombinasi pemain berpengalaman dan muda seperti Rian Agung Saputro, Angga Pratama, Berry Angriawan, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Marcus Fernaldi Gideon, Mohammad Ahsan, Hendra Setiawan, hingga Fajar Alfian yang bergantian memperkuat tim.

2. Malaysia juara pertama kali pada 2022

Edisi keempat BATC yang digelar pada 2022, Malaysia berhasil mencatatkan sejarah dengan meraih gelar juara beregu putra untuk pertama kalinya. Indonesia sebenarnya kembali melaju ke partai final, tetapi gagal mempertahankan gelar setelah harus mengakui keunggulan Malaysia. Laga puncak tersebut berakhir dengan skor telak 3–0 untuk kemenangan tim Negeri Jiran.

Kemenangan Malaysia ditentukan lewat performa solid di tiga partai awal final. Lee Zii Jia membuka poin setelah mengalahkan Chico Aura Dwi Wardoyo di partai pertama. Keunggulan Malaysia kemudian dipastikan melalui kemenangan Aaron Chia/Soh Wooi Yik atas Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, sebelum Ng Tze Yong menutup laga dengan kemenangan atas Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay.

3. China keluar sebagai juara pada edisi 2024

China berhasil merebut gelar juara beregu putra BATC pada edisi 2024 dengan penampilan yang sangat meyakinkan. Bertanding di final melawan Malaysia yang berstatus sebagai tuan rumah, tim China menang telak dengan skor 3–0. Hasil tersebut sekaligus menandai gelar pertama China di ajang Kejuaraan Beregu Asia sektor putra.

Pada partai pembuka, Weng Hong Yang tampil solid dengan kemenangan dua gim langsung atas Leong Jun Hao. Keunggulan China berlanjut di sektor ganda putra saat Xie Haonan/Zeng Wei Han menundukkan pasangan andalan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik. China kemudian memastikan gelar juara setelah Lei Lan Xi mendominasi pertandingan terakhir melawan Eogene Ewe.

4. Jepang menjuarai BATC pada edisi 2026

Jepang akhirnya berhasil menjuarai Kejuaraan Beregu Asia sektor putra pada edisi 2026. China yang kembali melaju ke final harus puas menjadi runner-up setelah kalah telak 3–0 dari Jepang di hadapan pendukung tuan rumah. Hasil ini menjadi gelar juara pertama Jepang sekaligus final kedua mereka sepanjang sejarah BATC.

Kemenangan Jepang diawali oleh Yushi Tanaka yang sukses menundukkan Hu Zhe An pada laga pembuka. Di partai kedua, pasangan Kakeru Kumagai/Hiroki Nishi tampil solid dengan mengalahkan He Ji Ting/Ren Xiang Yu. Jepang kemudian memastikan gelar juara setelah Koki Watanabe harus berjuang tiga game sebelum akhirnya mengatasi perlawanan Zhu Xuan Chen.

Dari edisi perdana hingga 2026, Kejuaraan Beregu Asia sektor putra menunjukkan persaingan yang semakin merata antarnegara. Indonesia tetap tercatat sebagai tim paling dominan berkat torehan gelar beruntun di awal penyelenggaraan. Namun, kehadiran juara baru seperti Malaysia, China, dan Jepang menandai pergeseran kekuatan di level Asia.

Hasil BATC 2026 juga menegaskan bahwa regenerasi dan konsistensi tim menjadi kunci utama dalam kompetisi beregu. Jepang sukses memanfaatkan momentum untuk meraih gelar pertamanya, sementara China dan Indonesia tetap menjadi pesaing kuat. Ke depan, BATC diprediksi akan terus menyajikan persaingan ketat menjelang Piala Thomas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy