Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Road to Glory Tim Putri Korea Selatan di BATC 2026, Juara Perdana!

Ilustrasi bulu tangkis.
Ilustrasi bulu tangkis. (pexels.com/SHVETS production)

Kejuaraan Beregu Asia (BATC) 2026 telah rampung digelar di Qingdao, China, pada 3–8 Februari 2026. Turnamen dua tahunan yang juga menjadi ajang kualifikasi Piala Thomas dan Uber ini kembali menghadirkan persaingan ketat antarnegara Asia. Sejumlah kekuatan tradisional tampil konsisten, sedangkan beberapa tim berhasil mencatatkan pencapaian penting.

Salah satu sorotan datang dari sektor beregu putri setelah Korea Selatan sukses meraih medali emas untuk pertama kalinya sepanjang sejarah BATC. Turun dengan skuad terbaik, mereka mampu menyapu bersih pertandingan dengan performa solid dan relatif tanpa banyak hambatan. Menarik untuk disimak, seperti apa perjalanan tim putri Korea Selatan sejak fase awal hingga akhirnya memastikan gelar juara di BATC 2026.

1. Sapu bersih pada laga perdana melawan Singapura

Tergabung di Grup Z bersama Singapura dan Taiwan, Korea Selatan langsung membuka kiprahnya di BATC 2026 dengan menghadapi Singapura. Laga perdana ini menjadi penanda awal ambisi Korea Selatan untuk tampil maksimal sejak fase grup. Meski berstatus pertandingan pembuka, tekanan tetap ada karena hasil awal sangat menentukan langkah selanjutnya.

Menariknya, Korea Selatan tidak menurunkan An Se Young pada laga tersebut. Namun, absennya pemain andalan itu tak berpengaruh besar karena Kim Ga Eun dan rekan-rekan tampil solid di setiap sektor. Hasilnya, Korea Selatan menyapu bersih kemenangan dengan skor telak 5-0 atas Singapura.

2. Kembali menang meyakinkan atas Taiwan dan keluar sebagai juara

Pada laga kedua Grup Z, Korea Selatan berhadapan dengan Taiwan dalam duel penentuan juara grup. Kali ini, An Se Young diturunkan sejak partai pertama dan langsung membuka keunggulan bagi timnya. Kemenangan tersebut diikuti oleh dua wakil Korea Selatan lainnya yang tampil konsisten untuk mengamankan poin tambahan.

Taiwan sempat memberikan perlawanan dan berhasil mencuri satu poin pada partai keempat. Hsu Ya Ching/Sung Yu Hsuan sukses menundukkan pasangan Lee Seo Jin/Lee Yeon Woo dalam pertandingan tersebut. Meski begitu, Korea Selatan tetap keluar sebagai juara Grup Z, sementara Taiwan harus puas menempati posisi runner-up.

3. Menang telak 3-0 atas tim Malaysia pada perempat final

Melangkah ke babak perempat final, Korea Selatan harus menghadapi Malaysia yang keluar sebagai runner-up grup. Pertandingan ini menjadi ujian lanjutan bagi Korea Selatan untuk menjaga konsistensi permainan sejak fase grup. Fokus dan kesiapan tim kembali menjadi kunci dalam laga sistem gugur tersebut.

An Se Young kembali dipercaya turun pada partai pembuka untuk memberi keunggulan awal. Tunggal putri andalan Korea Selatan itu mampu menjalankan tugasnya dengan baik dan membuka jalan bagi rekan-rekannya. Hasilnya, Korea Selatan menang telak 3-0 atas Malaysia dan memastikan satu tempat di babak semifinal.

4. Mengalahkan tim putri Indonesia dengan skor 3-1 pada laga semifinal

Pada babak semifinal, Korea Selatan berhadapan dengan tim putri Indonesia yang tampil solid sepanjang turnamen. Pertandingan ini berjalan lebih ketat dibanding laga-laga sebelumnya dan menuntut konsentrasi tinggi dari kedua tim. Korea Selatan pun harus menghadapi tantangan tambahan dengan absennya An Se Young pada laga penting tersebut.

Tanpa pemain andalannya, Korea Selatan kehilangan satu poin pada partai ketiga dari sektor tunggal putri kedua. Park Ga Eun harus mengakui keunggulan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi setelah kalah dua gim langsung. Namun, pada partai keempat, pasangan ganda putri Lee Seo Jin/Lee Yeon Woo tampil menentukan dan mengamankan kemenangan, sekaligus memastikan Korea Selatan melaju ke babak final dengan skor 3-1.

5. Menaklukkan tim tuan rumah dengan skor telak 3-0 pada laga puncak

Pada partai puncak, Korea Selatan menghadapi tantangan terbesar dengan berhadapan melawan tim tuan rumah, China. Bermain di hadapan publik sendiri, China tentu mendapat dukungan penuh, tetapi Korea Selatan tetap tampil tenang dan disiplin. Laga final ini menjadi penentuan langkah terakhir menuju gelar juara BATC 2026.

An Se Young kembali memperkuat tim dan sukses mengamankan poin pada partai pembuka. Keunggulan Korea Selatan berlanjut setelah Baek Ha Na/Kim Hye Jeong meraih kemenangan di partai kedua. Meski harus bermain hingga tiga gim, Kim Ga Eun akhirnya memastikan kemenangan Korea Selatan dengan skor telak 3-0 atas China sekaligus mengunci medali emas.

Keberhasilan Korea Selatan menjuarai BATC 2026 menjadi bukti konsistensi dan kedalaman skuad yang mereka miliki di sektor beregu putri. Dari fase grup hingga laga final, mereka mampu mengatasi setiap tantangan dengan komposisi pemain yang efektif dan strategi yang matang. Hasil ini tak hanya mengantarkan medali emas perdana bagi Korea Selatan di BATC, tetapi juga mempertegas status mereka sebagai salah satu kekuatan utama bulu tangkis putri Asia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Latest in Sport

See More

3 Pemain yang Cetak 2 Digit Gol di 5 Liga Top Eropa 15 Musim Beruntun

10 Feb 2026, 10:08 WIBSport