Tak seperti balapan pertama, balapan kedua WorldSSP Australia 2026 berlangsung dalam kondisi hujan. Jaume Masia langsung melorot ke posisi kelima pada awal balapan. Di sisi lain, Can Oncu menduduki posisi terdepan pada akhir lap pertama sebelum Aldi Satya Mahendra mengambil alih posisi terdepan pada lap ketiga.
Sayangnya, keunggulan Mahendra berlangsung singkat. Albert Arenas mampu mengasapi pembalap berjuluk El Dablek pada lap keempat untuk memimpin jalannya balapan. Kedua pembalap AS BLU CRU Racing Team itu terus berada di trek pada saat sejumlah pembalap masuk ke pit untuk mengganti ban kepada jenis wet. Keputusan tersebut membuahkan hasil manis untuk mereka.
Arenas berhasil finis sebagai pemenang dengan keunggulan 4,937 detik atas Mahendra. Ini menjadi kemenangan perdana Arenas di kelas WorldSSP. Sementara itu, Mahendra meraih podium untuk pertama kalinya di kelas tersebut setelah menjalani 18 balapan. Pembalap berumur 19 tahun itu mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang naik podium di WorldSSP.
Mahendra senang atas pencapaiannya pada balapan kedua WorldSSP Australia 2026. Pembalap asal Yogyakarta itu mengaku pada awalnya ingin menggunakan ban berjenis wet mengingat kondisi trek yang basah karena hujan. Namun, Mahendra berubah pikiran sehingga memacu motor Yamaha YZF-R9 dengan ban slick.
"Aku mulai dari posisi ke-28. Pada awalnya, aku masih menggunakan ban wet. Namun, aku langsung memutuskan untuk memasang ban slick. Ternyata, itu keputusan yang bagus dan aku sangat senang," jelas Aldi Satya Mahendra dalam wawancara setelah balapan seperti dilansir pada kanal YouTube resmi WorldSBK.