Rebound kerap menjadi penentu. Bahkan, ada ungkapan yang hidup lama di dunia basket tentang itu. Siapa yang menguasai rebound akan menguasai pertandingan. San Antonio Spurs membuktikannya pada putaran kedua NBA Playoff 2026 melawan Minnesota Timberwolves.
Timberwolves lumpuh total soal rebounding di pertandingan terakhir yang menentukan. Spurs saat itu benar-benar mengungguli mereka dalam perebutan bola pantul dengan perbandingan 60-29. Barisan frontcourt Timberwolves tidak memberikan perlawanan fisik, yang memungkinkan Spurs untuk membatasi mereka hanya pada satu serangan. Sebaliknya, Spurs sendiri bisa menciptakan second chance dari serangan mereka yang gagal dengan mudah.
Meski begitu, Timberwolves bukan tidak mampu merebut bola pantul. Di pertandingan pertama, mereka sempat unggul soal rebound. Namun, kondisi berubah mulai di pertandingan kedua. Viktor Wembanyama, andalan Spurs, makin menyulitkan mereka untuk meraih kesempatan kedua.
Di pertandingan keempat, Timberwolves sekali bangkit. Mereka bertarung secara intens untuk mendapatkan rebound. Rudy Gobert gemilang dengan meraih 13 rebound. Dia memenangkan perebutan bola pantul dan membawa Timberwolves menang 114-109 untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Hanya saja, Wembanyama dkk terlalu kuat di area cat. Mereka tidak membiarkan Timberwolves melawan seperti di pertandingan keempat dan kedua. Dengan menguasai rebound, Spurs unggul di sisa seri.