Francesco Bagnaia di depan Maverick Vinales dan Fabio Quartararo saat main race GP Indonesia 2023. (motogp.com)
Kesuksesan finis terdepan saat main race GP Indonesia menjadi momen luar biasa untuk Francesco Bagnaia. Sebab, terakhir kali dirinya finis sebagai pemenang pada balapan hari Minggu adalah saat GP Austria. Hasil tersebut juga sekaligus menebus hasil kurang oke yang didapat saat kualifikasi dan sprint race pada, Sabtu (14/10/2023).
Bagnaia mengaku kesulitan menyalip saat menjalani sprint race. Namun, kondisi tersebut tak terjadi ketika main race. Pemilihan ban depan turut membantunya dalam melakukan pengereman selama main race berlangsung.
“Hari ini kami meningkat pesat. Saat warm-up, aku sudah merasa lebih baik. Ketika balapan, aku mencoba tampil maksimal saat start. Aku harus bilang bahwa ban depan hard membantuku mengerem sangat keras. Saat aku berada di posisi ketiga, aku mencoba mengejar Vinales.
Aku bisa melihat Jorge Martin, tetapi aku berpikir bahwa kecepatannya sangat cepat. Aku mulai merasa sejumlah penurunan dari sisi belakang. Setelah Martin mengalami insiden, aku mencoba mendorong lagi selama 2–3 lap. Pada lap terakhir, aku benar-benar menikmatinya dan tahu bahwa orang-orang di belakang sedang mengejar, tetapi aku mencoba menutup putaran,” kata Bagnaia dilansir Crash.
Finis pertama di main race MotoGP Indonesia membuat Francesco Bagnaia kini mengoleksi 346 poin dari 15 seri balap yang sudah digelar. Ia unggul 18 poin dari Jorge Martin yang bercokol di peringkat kedua klasemen sementara. Selepas GP Indonesia, MotoGP 2023 akan menggelar seri ke-16 di Sirkuit Phillip Island, Australia, pada 20–22 Oktober 2023 mendatang.