Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kawhi Leonard Kembali ke Toronto Raptors Lewat Trade
ilustrasi lapangan Toronto Raptors (unsplash.com/Ryan)
  • Toronto Raptors menukar Brandon Ingram, Gradey Dick, dan beberapa draft pick demi membawa kembali Kawhi Leonard dari Los Angeles Clippers pada jeda musim NBA 2026.
  • Kehadiran Leonard diprediksi memperkuat pertahanan Raptors yang sudah solid, berkat kemampuan steal dan blok-nya yang efisien serta minim pelanggaran pribadi.
  • Leonard diharapkan meningkatkan akurasi serangan akhir waktu tembakan dan memberi pengalaman penting bagi Raptors untuk tampil lebih matang di babak playoff.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pertukaran sejumlah superstar mewarnai jeda musim NBA 2026. Salah satunya ialah Kawhi Leonard yang ditukar Los Angeles Clippers ke Toronto Raptors. Hal itu menjadi ajang reuni bagi Leonard dan Raptors. Keduanya sempat berkerja sama selama semusim pada 2018/2019 dan menghasilkan gelar juara.

1. Toronto Raptors rela mengorbankan banyak aset untuk Kawhi Leonard

Memboyong pemain tujuh kali All-Star seperti Kawhi Leonard tentu tidak murah. Toronto Raptors harus menggelontorkan banyak aset dalam paket pertukaran. Mereka pun melepas Brandon Ingram dan Gradey Dick ke Los Angeles Clippers.

Ingram merupakan tumpuan utama Raptors di NBA 2025/2026. Dia mencatat rata-rata 21,5 poin, 5,6 rebound, dan 3,7 assist. Namanya bahkan masuk daftar All-Star. Sedangkan, Dick memang hanya berstatus sebagai pemain pengganti. Kontribusinya juga minim dengan rata-rata 6 poin, 1,9 rebound, dan 0,7 assist. Meski begitu, Dick masih cukup potensial mengingat usianya baru 22 tahun.

Bukan cuma pemain, Raptors juga kehilangan pilihan putaran pertama 2031 dan 2033, pilihan putaran kedua 2030 dan 2032, serta pertukaran pilihan putaran pertama 2027. Hal itu akan menggangu Raptors ketika ingin membangun ulang tim pada masa depan. Namun, mereka tampaknya tidak terlalu khawatir karena masih punya sejumlah pemain yang bisa digunakan dalam jangka panjang, seperti Scottie Barnes, Immanuel Quickley, RJ Barret, dan Collin Murray-Boyles.

2. Pertahanan Toronto Raptors akan semakin tangguh

Bergabungnya Kawhi Leonard tentu semakin meningkatkan pertahanan Toronto Raptors. Raptors sendiri sudah memiliki pertahanan yang kokoh musim lalu. Mereka menempati urutan kelima dengan rata-rata kebobolan 112,1 poin per 100 possession.

Satu hal yang masih menjadi masalah ialah sering terjadi pelanggaran. Alhasil, Raptors berada di peringkat ke-23 dalam hal free throw yang dihasilkan lawan. Namun, hal itu bisa berkurang dengan adanya Leonard. Di NBA 2025/2026, dia mengumpulkan sebanyak 122 steal, 27 blok, dan hanya membuat 78 personal foul.

3. Serangan Toronto Raptors juga bisa lebih akurat dengan kehadiran Kawhi Leonard

Berkat pertahanan yang solid, turnover kerap terjadi sehingga Toronto Raptors punya peluang melakukan serangan balik. Raptors pun menempati peringkat ketiga tim dengan poin terbanyak lewat serangan balik mencapai 28,6 poin per pertandingan di NBA 2025/2026. Meski begitu, Raptors masih kesulitan mencetak poin pada akhir waktu tembakan. Hal itu membuat serangan Raptors berjalan kurang maksimal.

Mereka mencatat persentase tembakan efektif dalam enam detik terakhir waktu 43,3 persen. Persentase tersebut sangat rendah serta hanya unggul dari satu tim saja, Indiana Pacers. Kedatangan Leonard tentu dapat mengatasi situasi tersebut. Selama 3 musim terakhir, dia mencatat persentase tembakan efektif dalam enam detik terakhir waktu sebesar 53 persen. 

4. Pengalaman Kawhi Leonard bakal sangat membantu Toronto Raptors, khususnya saat tampil di playoff

Menukar Brandon Ingram (28 tahun) yang sedang dalam masa emasnya dengan Kawhi Leonard (35 tahun) yang memasuki pengujung karier dan punya riwayat cedera buruk memang cukup mengherankan. Namun, keputusan itu diambil juga bukan tanpa alasan. Raptors butuh pemain berpengalaman yang bisa diandalkan ketika momen-momen penting.

Sebagai contoh, di NBA 2025/2026 lalu, Raptors tampil menjanjikan pada musim reguler. Namun, ketika playoff, mereka justru langsung tersingkir pada putaran pertama. Leonard pun diboyong guna menjawab permasalahan tersebut.

Rekam jejak Leonard di playoff terbukti mentereng. Dia mengemas rata-rata 21,5 poin, 7,8 rebound, 3 assist, dan 1,8 steal dari 146 pertandingan playoff. Leonard bahkan dua kali membawa timnya juara serta dinobatkan sebagai MVP Finals. Itu tercipta bersama San Antonio Spurs pada 2014 dan Toronto Raptors pada 2019.

Kawhi Leonard akan menjalani periode keduanya bersama Toronto Raptors di NBA 2026/2027 mendatang. Harapan besar tentu tertuju kepada sang pemain terlebih setelah kesuksesan besar yang diraih pada 2018/2019 silam. Lantas, bisakah Leonard mempersembahkan gelar juara lagi untuk Raptors?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article