Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Prediksi Starting Line-up Portland Trail Blazers di NBA 2026/2027

Prediksi Starting Line-up Portland Trail Blazers di NBA 2026/2027
ilustrasi kota Portland (unsplash.com/Zack Spear)
Intinya Sih
  • Portland Trail Blazers memperkuat skuad dengan mendatangkan Ja Morant dari Memphis Grizzlies, menukar Jerami Grant dan Kris Murray untuk memperdalam komposisi tim jelang musim NBA 2026/2027.
  • Damian Lillard kembali ke Portland setelah cedera achilles, siap memimpin sebagai point guard utama bersama Morant yang menambah dinamika serangan lewat gaya bermain eksplosifnya di area dalam.
  • Deni Avdija, Toumani Camara, dan Donovan Clingan diproyeksikan melengkapi starting line-up dengan kontribusi besar di sisi bertahan dan efisiensi permainan, menjadikan Blazers lebih kompetitif di Wilayah Barat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Portland Trail Blazers mulai meruncingkan taringnya pada jeda musim panas 2026. Pada 29 Juni 2026, mereka dikabarkan menarik Ja Morant dari Memphis Grizzlies. Sebagai imbalan, Grizzlies menerima Jerami Grant dan Kris Murray dari Trail Blazers.

Dengan pergerakan ini, Trail Blazers semakin memiliki komposisi skuad yang dalam. Ditambah dengan kembalinya Damian Lillard, tim ini memiliki daya tarik dan potensi besar untuk menjadi salah satu tim yang solid di Wilayah Barat. Berikut prediksi starting line-up Portland Trail Blazers memasuki NBA 2026/2027.

1. Damian Lillard siap membuka halaman baru bersama Trail Blazers

Kisah Damian Lillard bersama Portland Trail Blazers berlanjut musim ini. Pemain bertinggi 188 cm itu menghabiskan 2 musim aktif terakhirnya bersama Milwaukee Bucks. Musim lalu, Lillard memutuskan untuk pulang ke Portland sembari memulihkan diri dari cedera tendon achilles. 

Seperti sedia kala, Lillard diprediksi mengisi posisi starting point guard. Kehebatannya dalam hal menyerang, khususnya shooting dan playmaking, akan sangat berpengaruh terhadap kesuksesan Trail Blazers musim ini. Bahkan, Lillard berhasil menjuarai three-point contest 2026 meski tidak bermain sepanjang musim. 

Sebelum menderita cedera tendon achilles, Lillard mencatat rata-rata 24,9 poin, 7,1 assist, dan 3,4 tripoin pada 2024/2025. Musim lalu, Trail Blazers menduduki peringkat 28 dari total 30 tim dalam hal akurasi tripoin. Kehadiran Lillard tentu akan membantu mereka menyelesaikan permasalahan tersebut.

2. Ja Morant temani Lillard sebagai starting shooting guard dengan senjata yang berbeda

Skema permainan Portland Trail Blazers jadi semakin menarik untuk disaksikan dengan kehadiran Ja Morant. Jika Lillard tampil mentereng di luar garis busur besar, maka Morant akan memanfaatkan fisiknya yang atletis untuk tampil dominan di paint area. Berusia 26 tahun, Morant masih memiliki peluang untuk membangkitkan kariernya sebagai seorang megabintang.

Kemampuan Morant sebagai fasilitator juga dapat memberi dampak positif untuk permainan Trail Blazers musim ini. Meski performanya pada 2025/2026 disebut-sebut menurun, ia tetap berhasil mencatat rata-rata 8,1 assist, tertinggi sepanjang kariernya. Kelemahan Morant di sisi shooting dapat ditutup Lillard. Begitu pula sebaliknya. Dengan demikian, untuk mencetak poin, kedua pemain ini saling melengkapi. 

3. Deni Avdija teruskan perjalanannya sebagai bintang bersinar Trail Blazers

Deni Avdija diprediksi akan mengisi posisi starting small forward untuk Portland Trail Blazers pada 2026/2027. Musim lalu, namanya dinobatkan sebagai All-Star untuk pertama kalinya. Permainannya impresif dengan torehan 24,2 poin, 6,9 rebound, dan 6,7 assist

Dengan postur 203 cm, Avdija merupakan pemain versatile yang mampu membuat sistem Trail Blazers berjalan lebih lancar. Ia bisa bermain hampir di semua posisi dan mampu merancang opsi mencetak poinnya sendiri. Bukan hanya itu, keahliannya di sisi bertahan juga menjadi salah satu aspek yang dibutuhkan Trail Blazers untuk tampil kompetitif.

4. Toumani Camara terus berkembang sebagai pemain inti Portland Trail Blazers

Memasuki musim ke-4 di NBA, Toumani Camara tampil memuaskan untuk Portland Trail Blazers. Pada 2025/2026, pemain berkebangsaan Belgia ini mencatat rata-rata 13,4 poin, 5,1 rebound, dan 2,5 assist. Akurasi tripoinnya 37 persen dalam 7,2 percobaan. Camara juga merupakan satu-satunya penggawa Trail Blazers yang bermain dalam seluruh 82 game pada musim reguler. 

Performa Toumani Camara di sisi bertahan layak menjadi sorotan. Musim lalu, ia berhasil memaksa musuh melakukan offensive foul hingga 105 kali. Angka itu adalah yang terbanyak dalam semusim sepanjang sejarah NBA. Terpilih sebagai NBA All-Defensive Second Team pada 2024/2025, Camara juga sering dipercaya untuk menjaga pemain-pemain terhebat di NBA.

5. Donovan Clingan semakin menjanjikan untuk jadi starting center

Sama seperti Camara, Donovan Clingan juga berhasil menunjukkan perkembangan yang meyakinkan sebagai starting center Portland Trail Blazers. Dalam total 77 game, pemain berusia 21 tahun ini membukukan rata-rata 12,1 poin, 11,6 rebound, 2,1 assist, dan 1,7 blok. Semua angka itu meningkat dari capaian pada musim pertamanya di NBA. Bahkan, Clingan juga memimpin seluruh NBA dalam hal rataan offensive rebound (4,5).

Perihal bertahan dan rebounding memang telah menjadi kekuatan terbesar untuk pemain bertinggi 218 cm ini. Namun, Clingan berhasil menampilkan warna baru dalam permainnnya pada musim lalu. Ia mencatat akurasi tripoin sebesar 34,1 persen, meningkat drastis dibanding 2024/2025 (28,6 persen). Artinya, kehadiran Clingan dapat menjadi semakin menakutkan di sisi menyerang.

Saat ini, Portland Trail Blazers juga masih memiliki sejumlah pemain yang solid seperti Jrue Holiday, Scoot Henderson, dan Shaedon Sharpe. Tentu pemain-pemain guard mereka tidak akan mendapatkan kesempatan bermain yang sama, sehingga kemungkinan untuk membuat pergerakan lainnya masih terbuka lebar. Apakah Trail Blazers bisa tampil lebih kuat di NBA 2026/2027?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra

Related Articles

See More