Daniel Ricciardo debut di Formula 1 pada 2011 dan segera berkembang menjadi salah satu pembalap terbaik. Selama beberapa tahun, dirinya dianggap calon juara dunia karena memiliki perpaduan antara kecepatan dan insting luar biasa. Perbedaan jelas antara kepribadiannya yang ceria dan manuver agresif di lintasan membuatnya dijuluki Honey Badger.
Sayangnya, beberapa musim terakhir Daniel Ricciardo di Formula 1 diisi dengan kesulitan dan kekecewaan. Dalam serial Formula 1: Drive to Survive, kondisi itu terekam lewat performanya yang mengalami penurunan signifikan. Lantas, kenapa karier Daniel Ricciardo di Formula 1 berakhir buruk?